Lumajang, (DOC)-Disaat musim kemarau dan kondisi cuaca panas yang tak biasa membuat air laut menyusut sehingga banyak kerang-kerang simping timbul di permukaan.
Fonemena itu membuat sejumlah warga berbondong-bondong mencari kerang simpit di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.
Munculnya kerang simping warga rela berendam dipinggir pantai untuk berburu kerang simping yang mudah di jangkau.
Kabid Tangkap Dinas Perikanan Lumajang, Putri Dinayu Prafitria menjelaskan, gelombang air laut pada musim kemarau panjang ini membuat kerang simping berdiam di pinggir pantai.
“Dari ekosistem perairan yang tumbuh sehat, gelombang akan membawa kerang menuju bibir pantai. Hal itu tentu akan memudahkan warga menjangkaunya,” terang Putri.
Menurutnya, kerang simping yang banyak muncul pada fenomena karangan memiliki protein tinggi, sehingga dinilai cukup baik untuk dikonsumsi masyarakat.
“Kandungannya yang melimpah dengan protein tinggi yang terkandung, membuat kerang ini masih sangat aman dan baik untuk bisa dikonsumsi,” tuturnya.
Untuk mendapatkan kerang cukup mudah dan sederhana, masyarakat hanya membutuhkan sabit dan wadah kantong.
Putri berpesan kepada warga masyarakat yang mencari kerang harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati karena ombak datang.
“Masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan, pasalnya harus siap berjibaku dengan ombak yang datang. Tetapi ada juga masyarakat yang hanya mencari kerang di karang bibir pantai,” ucapnya.
Sudah lebih sepekan lamanya semenjak kemunculan kerang yang berlimpah itu di pantai watu pecak. Hasil tangkapan, mayoritasnya akan dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat dengan cara dikonsumsi.
“Tapi kalau hasil tangkapan lebih banyak, ya ada juga yang menjual langsung,” kata salah satu pencari kerang, Alfayanti. (Imam)






