
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya hari ini menyelenggarakan kegiatan baksos terintegrasi di halaman Balai Kota. Acara ini bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Surabaya, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya. Selama baksos terintegrasi ini, warga Surabaya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai layanan skrining kesehatan gratis. Layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan gigi, pengecekan gula darah, asam urat, kolesterol, hingga donor darah.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa baksos terintegrasi ini di adakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Ia menjelaskan bahwa sebagian warga Kota Surabaya masih belum sepenuhnya merdeka dalam hal kesehatan.
“Saudara-saudara kita, anak-anak kita, masih ada yang membutuhkan kursi roda, ada yang pendengarannya terganggu. Di ulang tahun kemerdekaan ini, saya merasa Surabaya masih belum sepenuhnya merdeka karena banyak dari kita yang masih sering mengeluh dan kurang bersyukur. Kesehatan adalah hal yang jauh lebih berharga daripada uang,” ujar Wali Kota Eri.
Dalam baksos ini, Pemkot Surabaya tidak hanya menyediakan layanan skrining kesehatan gratis. Namun Pemkot juga memberikan bantuan kursi roda dan alat bantu dengar untuk anak-anak penyandang disabilitas.
“Saya sangat berterima kasih kepada Kader Surabaya Hebat (KSH) yang turut berperan dalam kegiatan ini. Semoga baksos terintegrasi ini dapat terus di laksanakan,” lanjutnya.
Pentingnya Keterlibatan KSH
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini juga menekankan pentingnya keterlibatan KSH serta peran Kampung Madani dan Kampung Pancasila dalam menyukseskan baksos terintegrasi ini.
“Di dalam kampung, ada rasa saling memiliki, saling mengetahui, dan saling berbagi informasi. Salah satu wujudnya adalah kegiatan baksos terintegrasi ini,” jelasnya.
Wali Kota Eri berharap, dengan di adakannya baksos terintegrasi ini, masyarakat Surabaya dapat semakin sehat, baik secara jasmani maupun rohani. Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah kota dengan berbagai pihak terkait di Kota Surabaya.
“Surabaya ini di bangun atas dasar sinergi. Siapapun pemimpinnya harus bisa bekerja sama, bukan bekerja sendiri. Tanpa PDGI dan IDI, kegiatan ini tidak mungkin terlaksana karena kami mendapat banyak bantuan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyampaikan bahwa dalam baksos terintegrasi ini, pemkot menghadirkan berbagai dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dokter gigi, dokter umum, serta ahli gizi.
Selain skrining kesehatan, baksos terintegrasi ini juga menghadirkan berbagai layanan dari organisasi perangkat daerah (OPD). Layanan tersebut antara lain PDAM, perpajakan, perpustakaan, serta pemberian bantuan kursi roda dan alat bantu dengar untuk anak-anak penyandang disabilitas.
“Kegiatan skrining kesehatan dan donor darah ini di adakan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI. Target peserta baksos terintegrasi kali ini sekitar 1000 orang,” pungkasnya. (r6)





