
Surabaya,(DOC) – Operasi yustisi protokol kesehatan yang digelar serentak di Jawa Timur beberapa pekan terakhir ini, dianggap Gubernur Khofifah Indar Parawansa cukup effektif untuk menekan angka penularan Covid-19.
“Giatnya petugas gabungan untuk melakukan operasi yustisi Protokol Kesehatan itu, membuat tingkat penularan atau rate of transmission Covid-19 di Jawa Timur pada posisi terrendah se-Indonesia,” ungkap Gubernur perempuan itu.
Menurut Khofifah, mengacu pada kurva tren tambahan kasus harian yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) kondisi Jawa Timur justru cenderung melandai tingkat penularannya.
“Selama sembilan hari terakhir, tingkat penularan di Jawa Timur sudah dibawah angka satu persen atau 0,8 persen. Kalau kondisi ini bisa dipertahankan selama 14 hari kedepan, maka penyebaran Covid-19 di Jatim akan relatif terkendali,” tandasnya.
Data pasien Covid-19 yang masih aktif dirawat di Jawa Timur, kini juga terendah dibanding provinsi lainnya di Pulau Jawa, yaitu hanya sebanyak 3.500 orang. Provinisi Jawa Timur juga menduduki posisi tertinggi terkait penyediaan jumlah bed untuk isolasi, total bed ICU dan isolasi sebanyak 7.591 dengan jumlah bed yang digunakan hanya sebanyak 2 ribu 918 bed.(div)