
Sidoarjo,(DOC) – Upaya evakuasi terhadap korban reruntuhan gedung baru Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, terus berlangsung hingga Rabu (1/10/2025). Di perkirakan masih ada sekitar 91 santri yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Bangunan dua lantai yang baru selesai di bangun tersebut ambruk pada Senin (29/9/2025) sore, menimbulkan kepanikan dan korban dalam jumlah besar. Tim SAR gabungan saat ini telah mendeteksi 15 titik korban di bawah reruntuhan gedung tiga lantai itu.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi mengungkapkan bahwa tim SAR belum bisa memastikan secara pasti jumlah korban yang masih tertimbun. Namun, indikasi awal menyebutkan sekitar 91 orang berada di bawah reruntuhan.
Syafi menegaskan bahwa sebagian korban masih hidup dan bahkan dapat berkomunikasi langsung dengan tim SAR di lapangan.
“Tim dapat mencapai korban melalui celah-celah reruntuhan. Selama mendapatkan suplai makan, minum, infus, dan oksigen, korban memungkinkan bertahan lebih lama, lebih dari batas waktu krusial 72 jam,” kata Syafi saat memantau jalannya evakuasi.
Tim SAR gabungan memprioritaskan korban dengan status kesadaran merah (masih bisa berkomunikasi) untuk terus mendapatkan suplai vital seperti oksigen, makanan, minuman, vitamin, obat-obatan, hingga infus. Hal ini di lakukan sembari menunggu upaya penembusan reruntuhan beton yang menjepit mereka.
Status Kesadaran di 15 Titik
Dari 15 titik korban yang telah terdeteksi, 7 korban berada pada status kesadaran merah, sedangkan 8 korban lainnya berada pada status kesadaran hitam (tidak bisa berkomunikasi).
“Kami terus memprioritaskan korban yang masih memberikan tanda-tanda kehidupan. Mereka di suplai untuk mempertahankan kondisi tubuh sambil menunggu evakuasi,” jelas Syafi.
Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas, Emi Freezer, menyebut bahwa 379 personel dari 65 instansi berbeda telah di terjunkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Hingga hari ketiga pencarian ini, tim penyelamatan gabungan telah berhasil mengevakuasi 11 korban dari bawah reruntuhan. Dari jumlah tersebut, tiga orang di nyatakan meninggal dunia.
Dengan kondisi reruntuhan yang masih padat dan beton yang menjepit korban, tim SAR terus berpacu dengan waktu untuk menembus titik-titik yang telah terdeteksi. Waktu krusial 72 jam setelah kejadian menjadi tantangan utama. (r6)





