Surabaya,(DOC) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi hadir dalam acara Grand Opening Sekolah Keterampilan Inklusif (Aora) di Gedung Balai Pemuda, Sabtu (3/9/2022). Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi juga di dampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani. Pada sambutannya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, dengan adanya Sekolah Keterampilan Inklusif Aora ini, ke depannya dapat memberikan kesempatan bagi anak – anak inklusif di Kota Surabaya untuk mengembangkan bakatnya serta berkarya.“Pemkot Surabaya juga akan membentuk Graha Istimewa, insyaallah di bulan September 2022. Tentunya kami tidak bisa sendiri dan nanti ada sekolah Aora ini untuk kita ajak bersinergi,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, konsep dari Graha Istimewa ini adalah sebagai wadah untuk berkreasinya anak – anak inklusif di Surabaya. Sehingga ke depannya, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kota Pahlawan punya peluang dan kesempatan yang sama seperti anak pada umumnya.
“Sama seperti yang di lakukan Sekolah Aora tadi ya. Ada belajar melukis, menggambar, make-up, modeling dan lain sebagainya, nanti tempatnya di Semolowaru. Sehingga nantinya anak – anak ini tidak lagi minder dan memiliki kemampuan,” jelas Wali Kota Eri.
Sementara itu, Ketua Sekolah Keterampilan Inklusif Aora, Yusis Ernani Novalita mengatakan, awal terbentuknya sekolah ini bermula dari keprihatinannya terhadap minimnya keterampilan para anak inklusif. Sehingga dengan adanya sekolah ini, anak – anak bisa memilih keterampilan sesuai dengan minat dan bakatnya.
Saat ini, Sekolah Sekolah Keterampilan Inklusif Aora memiliki 400 siswa, yang terdiri dari jenjang SD, SMP dan SMA di Surabaya. “Jadi di dalam sekolah ini, kami mencoba untuk menggali skill mereka. Apa sih yang di minati, apa juga bidang apa yang di minati,” kata Yusis.
Yusis pun senang setelah tahu ternyata program Sekolah Keterampilan Inklusif Aora ini sejalan dengan program Wali Kota Eri Cahyadi. Karena, di dalam sekolah ini tidak sekadar melatih saja. Akan tetapi bagaimana cara ke depannya anak – anak inklusif ini bisa bersaing di dunia kerja.
“Endingnya ada, jadi tidak menimbulkan masalah baru, tapi menyelesaikan masalah. Terlebih nanti ada Graha Istimewa sebagai wadahnya, dan itu rencananya akan di sinergikan dengan kami untuk mengajar di situ,” pungkasnya.(hm/r7)





