Lumajang,(DOC) – Sebagian besar pengungsi di wilayah terdampak banjir lahar dingin gunung Semeru memilih bertahan di posko pengungsian.
Saat ini ratusan warga masih tetap bertahan di pengungsian di Balai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, dan Balai Desa Nguter, Kecamatan Pasirian.
Kabid Kedaruratan, Kesiapsiagaan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Adma Teguh Pambudi menyampaikan, sampai saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan sebanyak 395 orang dari Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro dan Desa Nguter, Kecamatan Pasirian.
“Warga Jugosari tetap mengungsi karena rumahnya berada di sekitar aliran tanggul yang jebol, sehingga warga menunggu perbaikan tanggul selesai,” ujar Adma Teguh.
Sementara warga Desa Nguter masih bertahan di pengungsian karena rumahnya masih ada tumpukan material.
“Saat ini masih dilakukan pembersihan oleh petugas gabungan terdiri TNI Polri , BPBD dan masyarakat,” imbuhnya.
Sampai saat ini, lanjut Teguh, setiap hari petugas gabungan terus melakukan perbaikan tanggul yang jebol akibat banjir lahar dingin gunung Semeru, dan pembersihan material yang berada di Desa Nguter.
“Kita upayakan segera mungkin karena ini setiap hari dan sampai saat ini masih dilakukan perbaikan tanggul dan pembersihan material terus dilakukan. Dengan harapan warga bisa kembali kerumahnya masing -masing untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” terangnya.
Hal senada di sampaikan, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Nira Fitri Aviana mengatakan, saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan ada 395 jiwa.
“Jumlah pengungsi sudah turun drastis, banyak yang pulang, sekarang tinggal 395 jiwa dari 113 KK,” ujarnya .(mam)





