Lumajang,(DOC) – Banjir lahar dingin yang mengalir dari Gunung Semeru kembali mengisolasi wilayah di Kabupaten Lumajang. Tepatnya di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Akses utama menuju dusun tersebut terputus total sejak tiga hari lalu akibat terjangan lahar dingin di Sungai Regoyo.
Kondisi ini membuat 129 Kepala Keluarga (KK) di wilayah itu kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Untuk mengatasinya, BPBD Kabupaten Lumajang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menggunakan alat berat demi mendistribusikan bantuan logistik ke lokasi yang terisolasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudi Cahyono, menjelaskan bahwa medan ekstrem dan derasnya arus sungai menyulitkan proses distribusi biasa.
“Kami gunakan alat berat untuk mengangkut paket sembako, karena sungai tidak bisa di lewati pejalan kaki maupun sepeda motor,” jelas Yudi, Kamis (31/7/2025).
Sebanyak 129 paket sembako yang dikirim oleh BPBD Provinsi Jawa Timur disalurkan langsung ke rumah warga melalui koordinasi dengan BPBD Lumajang. Sesampainya di dusun, warga kemudian menggunakan mobil pikap untuk membagikan bantuan ke tiap rumah.
Selain sungai yang deras, jembatan limpas yang biasa digunakan warga juga tidak bisa dilintasi. Jalur penghubung antara Dusun Sumberlangsep dan Dusun Sumberkajar itu tertutup timbunan material vulkanik, sisa guguran dari aktivitas Semeru.
“Jalur jembatan masih tertimbun material vulkanik, jadi kendaraan tidak bisa lewat. Kami terus koordinasi dengan BBWS Brantas untuk normalisasi sungai dan pembersihan jalur,” imbuh Yudi.
Di sisi lain, petugas BPBD juga membantu warga menyeberangi sungai secara manual dengan pengamanan ekstra. Hal ini dilakukan karena arus sungai yang masih deras sangat membahayakan.
Yudi menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas dalam proses distribusi bantuan.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga yang sedang terisolasi dan memenuhi kebutuhan pokok selama masa darurat,” pungkasnya.
Distribusi bantuan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemprov Jatim, BBWS Brantas, dan BPBD Lumajang. Ketiganya terus bersinergi untuk merespons dampak bencana Gunung Semeru dan memulihkan kondisi masyarakat terdampak.(r7)





