Surabaya,(DOC) – Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per Juni 2026 rupanya belum memicu guncangan besar pada pola konsumsi masyarakat. Meskipun selisih harga kini kian melebar, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mencatat belum ada perpindahan massal pengguna Pertamax ke Pertalite.
Sesuai dengan data harga terbaru, Pertamina kini membanderol Pertamax (RON 92) seharga Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. Selain itu, kenaikan signifikan juga terjadi pada Pertamax Green 95 (RON 95) yang melonjak drastis dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Melambungnya harga BBM nonsubsidi ini sempat memicu kekhawatiran publik terkait potensi kelangkaan Pertalite. Namun, Pertamina menjamin bahwa situasi lapangan di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara masih sangat kondusif.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengonfirmasi bahwa pergerakan grafik konsumsi energi masih berada dalam koridor normal harian.
“Sampai saat ini, peralihan konsumen masih belum terlihat signifikan,” ujar Ahad Rahedi saat memberikan konfirmasi di Surabaya, Kamis (11/6/2026).
Pertamina Menjamin Stok BBM Subsidi dan Non-Subsidi Aman
Oleh karena itu, guna meredam kepanikan di tengah masyarakat (panic buying), Ahad memastikan bahwa seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memiliki ketahanan stok yang sangat aman. Dengan demikian, pasokan untuk jenis BBM subsidi maupun non-subsidi tetap melimpah.
“Masyarakat tidak perlu cemas mengenai ketersediaan pasokan pasca-perubahan harga ini. Sebab, kami menjaga kondisi stok untuk semua produk dalam posisi aman,” imbuhnya.
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa tim internal terus mengawal ketat kelancaran distribusi energi dari Integrated Terminal (TBBM) menuju seluruh jaringan SPBU selama 24 jam. Hasilnya, seluruh rantai pasok beroperasi optimal sesuai dengan perencanaan mitigasi reguler.
“Kami memantau penyaluran semua produk dalam wilayah Regional Jatimbalinus berjalan lancar tanpa kendala. Tentu saja, kami akan terus mempertahankan komitmen ini,” tegas Ahad.
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Juni 2026
Menariknya, kebijakan penyesuaian harga per Juni 2026 ini tidak menyasar seluruh lini produk nonsubsidi milik perusahaan pelat merah tersebut. Bahkan, beberapa varian BBM berkualitas tinggi terpantau tetap mempertahankan harga lama.
Berikut adalah peta harga produk BBM non-subsidi Pertamina yang berlaku saat ini di wilayah Jatimbalinus:
Pada akhirnya, Pertamina bakal terus menggelar evaluasi berkala mengenai tren konsumsi BBM ini ke depan. Sementara itu, perusahaan juga menyiagakan infrastruktur digital maupun fisik guna merespons jika sewaktu-waktu terjadi pergeseran konsumsi yang ekstrem dari masyarakat. (ode/r7)





