Taksi Air, Inovasi Transportasi Baru di Surabaya

Surabaya, (DOC) – Surabaya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, tengah menghadapi tantangan serius dalam mengatasi kemacetan lalu lintas. Sebagai solusi alternatif, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merencanakan pengembangan Taksi Air. Program ini di harapkan dapat mengurangi kemacetan sekaligus mendukung sektor pariwisata dan logistik.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa Taksi Air akan di kembangkan mulai tahun 2025. Transportasi ini akan memanfaatkan Sungai Kalimas sebagai jalur utama.

“Sebagai kota maritim, kita perlu memanfaatkan potensi air untuk transportasi,” ujarnya, Selasa (20/8/2024).

Eri menyatakan telah berdiskusi dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya. Lantamal memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan transportasi tersebut.

“Tahap awal akan di mulai dari Gunungsari hingga Petekan. Di Gunungsari, akan di bangun hub transportasi yang terkoneksi dengan feeder,” tambahnya.

Taksi Air Tak Terhalang Kemacetan

Untuk mendukung inisiatif ini, Pemkot Surabaya akan bekerja sama dengan perusahaan kapal dalam penyediaan armada. Eri menjamin ketepatan waktu operasional Taksi Air, karena transportasi ini tidak terpengaruh oleh kemacetan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa Surabaya memiliki jaringan sungai yang menyebar hingga ke pedalaman. Sungai-sungai ini, terutama Sungai Kalimas, memiliki sejarah panjang sebagai jalur transportasi utama di masa lalu.

“Jaringan sungai ini memiliki potensi besar sebagai jalur alternatif untuk transportasi selain jalan raya,” kata Irvan.

Namun, potensi ini belum di manfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, Pemkot berencana mengembangkannya lebih lanjut.

Pengembangan transportasi air ini telah di atur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya No 12 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. Ini juga termasuk dalam Perda No. 8 Tahun 2018 tentang Rencana Detail Tata Ruang, yang di integrasikan dengan wisata transportasi air.

Baca Juga:  Sampoerna Academy Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah untuk Dukung Tumbuh Kembang Siswa

Irvan menyebut, Surabaya memiliki empat Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dapat di kembangkan. DAS tersebut meliputi DAS Kalimas, DAS Jagir, DAS Greges, dan DAS Branjangan. DAS Kalimas dan Jagir akan di proyeksikan untuk transportasi di kawasan perkantoran, permukiman, dan pariwisata. Sementara itu, DAS Greges dan Branjangan akan fokus pada kawasan logistik dan pergudangan.

Pengembangan transportasi air ini mempertimbangkan berbagai faktor seperti karakteristik fisik sungai, dermaga, jenis kapal, sarana navigasi, rute, aksesibilitas, serta integrasi dengan moda transportasi lain, termasuk konsep Park and Ride.

Sebagai tahap awal, Pemkot Surabaya merekomendasikan Sungai Kalimas sebagai jalur transportasi penumpang. Jalur ini akan di mulai dengan fokus pada kegiatan pariwisata. Kemudian di lanjutkan hingga melayani ruas Pasar Pabean, Pasar Keputran, dan Pasar Wonokromo.

Selain itu, Irvan menekankan pentingnya pengaktifan Canal Lock (pintu air) sepanjang Sungai Kalimas untuk menjaga keseimbangan muka air, yang esensial bagi operasional Taksi Air ini. (r6)

Pos terkait