Bacabup Lumajang Cak Thoriq Jalani Pemeriksaan di Mapolda Jatim

Surabaya, (DOC) – Bakal Calon Bupati (Bacabup) Lumajang Thoriqul Haq mendatangi Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan. Mantan Bupati Lumajang yang akrab di sapa cak Thoriq. Di periksa Ditreskrimum Polda Jatim, terkait skema dana bantuan erupsi Gunung Semeru.

Mulai pukul 14.00 WIB sampai jelang waktu Isya’, Selasa(3/9/2024). Pemeriksaan masih berlanjut usai Isya’ setelah sempat istirahat pada pukul 18.12 WIB.

Bacaan Lainnya

Cak Thoriq mengatakan, tujuannya di Polda untuk di mintai keterangan terkait penerimaan. Dan penyaluran dana bantuan penanggulangan erupsi Semeru pada tahun 2021-2022.
Ia menjelaskan bahwa selama ini, banyak lembaga yang menerima bantuan untuk peristiwa erupsi Semeru. Seperti Baznas, Pramuka, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Laziznu Muhammadiyah, Laziz NU.

Selama lembaga tersebut menerima bantuan, Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak pernah di libatkan. Bahkan, Pemkab juga tidak pernah melakukan penunjukan kepada lembaga-lembaga tersebut untuk menerima bantuan.

“Ngobrol menjelaskan banyak hal terutama banyak lembaga yang menerima dana bantuan. Salah satunya baznas, Pramuka, NGO, LSM, yang juga menerima bantuan yang tadi satu demi satu di uraikan itu adalah soal bantuan yang di terima oleh lembaga-lembaga itu,” ujar Thoriq.

Pemkab Tidak Pernah Menerima Laporan keuangan

Menurutnya, selama lembaga-lembaga tersebut menerima bantuan. Pemkab tidak pernah menerima laporan secara rinci dana tersebut di peruntukan untuk apa. Seharusnya, berdasarkan SOP nya, Pemkab harus mengetahui hal tersebut.

“Saya sampaikan Pramuka menerima bantuan miliaran. Tetapi pemda tidak mendapat laporan berapa dapat secara utuh operasional untuk apa saja tidak dapat,” terangnya.

Sementara itu. Kanit I Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim Kompol Putu Angga mengatakan Thoriq di mintai klarifikasi terkait sumber dana bantuan dari pihak swasta untuk bantuan bencana erupsi Semeru pada tahun 2021-2022.

“Dari sumbangan dana bantuan, dari swasta. Iya banyak pihak yang bantu. Bukan cuma swasta aja. Dari pemkab Bojonegoro, yang mungkin PAD nya besar membantu. Ada juga seperti itu. Termasuk warga masyarakat perorangan. Intinya masih kami dalami,” kata Putu.

Di periksanya Thoriq, lantaran saat itu ia masih menjabat sebagai bupati. Pihaknya masih mendalami peran Thoriq dalam kasus ini.

“Masih sebagai bupati. Ya ini masih kami dalami perannya di situ. Karena ia sebagai bupati saat itu otomatis pemegang kekuasaan tertinggi keuangan daerah,” tandasnya. (ang)