Penyebaran PMK Merebak, Pasar Hewan di Lumajang Ditutup Sementara Hingga 31 Januari

Penyebaran PMK Merebak, Pasar Hewan di Lumajang Ditutup Sementara Hingga 31 Januari

Lumajang (DOC) – Pasar hewan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, di tutup sementara mulai 20 hingga 31 Januari 2024. Sebagai langkah pencegahan penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi.

Bacaan Lainnya

Penutupan pasar hewan ini sesuai dengan surat edaran Bupati Lumajang. Dan di harapkan dapat mengurangi risiko penyebaran PMK yang semakin meningkat.

“Sesuai surat edaran Bupati. Pasar hewan kita tutup mulai hari ini sampai tanggal 31 Januari 2024,” ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Endra Novianto.

Endra mengungkapkan bahwa penutupan pasar hewan di lakukan untuk mencegah berkumpulnya ternak yang berpotensi menularkan virus. Selain itu, pihaknya juga gencar melaksanakan program vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan ternak.

“Pasar hewan kita tutup mulai hari ini sampai tanggal 31 Januari 2024. Ini merupakan langkah preventif untuk meminimalisasi penyebaran PMK yang sudah mulai meresahkan. Kami juga sudah mulai vaksinasi secara masif untuk meningkatkan imunitas ternak,” ujarnya.

Vaksinasi Dua Bulan Terakhir

Dalam dua bulan terakhir, vaksinasi sempat terkendala karena stok yang kosong. Namun kini, Kabupaten Lumajang telah menerima alokasi 10.500 dosis vaksin dari pusat.

“Mulai Jumat kemarin kita sudah jalan. Dari kemarin, sekarang juga, ini terus vaksin terus. Jadi biar penularannya menurun, vaksinnya ditingkatkan,” imbuhnya.

Endra menjelaskan, vaksinasi akan di lakukan pada ternak yang dalam kondisi sehat. Sedangkan ternak yang sakit akan di berikan pengobatan terlebih dahulu.

“Kami pastikan vaksinasi hanya diberikan pada ternak yang sehat. Jika ada ternak yang sakit, kami akan obati terlebih dahulu,” terangnya.

Selama masa penutupan pasar hewan ini. Petugas kesehatan hewan juga melakukan sterilisasi area pasar menggunakan desinfektan untuk membunuh virus PMK yang mungkin masih bertahan di lingkungan pasar.

“Selama 11 hari penutupan pasar hewan. Kami juga melakukan pengobatan dan sterilisasi pasar untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,” jelas Endra.

Sejauh ini jumlah kasus PMK pada hewan ternak sapi di Kabupaten Lumajang meningkat menjadi 983 ekor. Dari total tersebut, sebanyak 70 ekor sapi dilaporkan mati, 766 ekor telah sembuh, dan 147 ekor lainnya masih dalam proses pengobatan.

“Yang terakhir itu di minggu kemarin, itu selama seminggu itu ada peningkatan 160 kasus baru dengan 7 kematian,” ujarnya. (Imam)