Surabaya,(DOC) – Tim penilai dari Pemerintah Kota Surabaya mengunjungi Kelompok Tani (Poktan) Sumber Makmur dan Poktan Soponyono di Taman Edukasi Banana Park, Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karang Pilang, pada Kamis (27/02/2025).
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Penilaian Lapang Pelaksana Gotong Royong Terbaik Tingkat Kota Surabaya 2025.
Poktan Soponyono, yang berlokasi di Rusunawa Warugunung RT 04 RW 03. Poktan terbentuk atas inisiatif warga yang bersepakat untuk memanfaatkan lahan kosong menjadi area budidaya tanaman dalam green house. “Daripada melihat lahan yang kosong, akhirnya kami musyawarah bersama warga untuk membangun budidaya tanaman (green house),” jelas Riwayatin, Ketua Poktan Soponyono.
Dalam acara penilaian tersebut, turut hadir Lurah Warugunung, LPMK, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Karang Pilang, serta Camat Karang Pilang, Ipong.
Ipong berharap program Surabaya Bergerak dapat menggerakkan berbagai aspek kehidupan di setiap perkampungan. Mulai dari lingkungan, perekonomian, hingga meningkatkan solidaritas antarwarga.
“Saya berharap, dengan adanya program Surabaya Bergerak ini, semuanya bisa bergerak mulai dari lingkungan, perekonomian, hingga membantu satu sama lain,” ujarnya.
Aktivitas Ekonomi Berbasis Gotong-royong
Sementara itu, Lurah Warugunung, Dony, menekankan pentingnya aktivitas ekonomi berbasis komunitas dalam program gotong royong.
“Ketika kita belanja dalam satu RT atau RW, itu tidak jauh, cukup kita jalan kaki, tidak perlu sampai ke pasar. Hal ini yang harus kita pertahankan,” jelasnya.
Dony juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan mempererat nilai-nilai gotong royong demi menciptakan masyarakat yang guyub rukun.
Anang, selaku tim penilai, juga menyampaikan bahwa warga Surabaya harus mampu memanfaatkan lahan kosong atau terbengkalai agar bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar.
“Contohnya di Kelurahan Warugunung, yang notabene berada di pinggiran Surabaya. Masih ada budidaya seperti Poktan Sumber Makmur (Green House) dan Poktan Soponyono Banana Park Taman Edukasi. Ini yang harus kita tekankan kepada semua warga,” ungkapnya.
Keberhasilan Poktan Soponyono dalam masuk tiga besar dalam ajang ini menjadi bukti bahwa inisiatif warga dalam memanfaatkan lahan kosong tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga perekonomian serta kehidupan sosial masyarakat setempat.(wafik/r7)





