Surabaya, (DOC) – Pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya pada tahun 2024 mencatat angka 5,76 persen, lebih tinggi di bandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang hanya 4,93 persen. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya menunjukkan bahwa kota ini terus berkembang di berbagai sektor.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengapresiasi kerja keras seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan kota. Menurutnya, capaian ini adalah hasil dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan warga dalam mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi.
“Angka ini bukan sekadar statistik, tapi bukti bahwa Surabaya terus bergerak maju. Semua ini berkat gotong royong dan kerja keras seluruh elemen masyarakat,” ujarnya, Selasa (4/3/2025).
Bangkit dari Pandemi, Surabaya Makin Maju
Dalam tiga setengah tahun terakhir, berbagai tantangan telah di lewati. Pandemi Covid-19 sempat melumpuhkan perekonomian, tetapi Surabaya mampu bangkit lebih cepat di bandingkan banyak daerah lain.
“Kita bisa membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Surabaya lebih tinggi dari rata-rata nasional dan Jawa Timur. Ini menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang lebih baik,” kata Eri.
Menurutnya, keberhasilan ini adalah cerminan dari kebijakan yang tepat serta peran aktif masyarakat dalam membangun ekonomi lokal. Ia optimistis, dengan kerja sama yang solid, Surabaya bisa mencapai pertumbuhan yang lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang.
Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan signifikan. Gini rasio, yang mencerminkan tingkat ketimpangan ekonomi, turun menjadi 0,381, menandakan distribusi ekonomi yang semakin merata.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka berhasil di tekan hingga 4,91 persen, dan angka kemiskinan menurun menjadi 3,96 persen. Bahkan, kemiskinan di Surabaya kini lebih rendah di bandingkan sebelum pandemi, mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang nyata.
“Kami tidak hanya ingin ekonomi tumbuh, tapi juga memastikan kesejahteraan di rasakan oleh semua lapisan masyarakat. Angka pengangguran dan kemiskinan yang menurun ini adalah bukti bahwa pembangunan kita berjalan ke arah yang benar,” tutur Eri.
Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya meningkat menjadi 84,69 persen, tertinggi di Jawa Timur. Program pengentasan stunting juga menunjukkan keberhasilan luar biasa, dengan angka stunting turun dari 28 persen menjadi hanya 1,6 persen pada tahun 2024.
“Terima kasih kepada seluruh warga Surabaya. Dengan kerja keras kita semua, angka stunting turun menjadi 1,6 persen, yang merupakan angka terendah di Indonesia. Ini adalah pencapaian besar bagi kita semua,” ungkapnya.
Peningkatan Layanan Publik dan Infrastruktur Kota
Untuk memastikan kesejahteraan masyarakat terus meningkat, Pemkot Surabaya terus memperbaiki layanan publik. Sektor kesehatan menjadi perhatian utama dengan pembangunan RSUD Eka Candrarini di Surabaya Timur. Selain itu, program 1 RW 1 Tenaga Kesehatan dan 1 Kelurahan 1 Puskesmas di terapkan agar layanan kesehatan lebih mudah di akses oleh warga.
Pemkot juga memperluas akses jaminan kesehatan bagi masyarakat melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam skema Universal Health Coverage (UHC). Dengan program ini, seluruh warga ber-KTP Surabaya dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga Surabaya yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Dengan UHC, semua warga bisa berobat tanpa harus khawatir dengan biaya,” jelas Eri.
Di bidang infrastruktur, Pemkot Surabaya juga melakukan perbaikan besar-besaran. Program Dandan Omah telah memperbaiki 7.500 rumah tidak layak huni, sementara penerangan jalan umum semakin di perluas dengan pemasangan 240.000 titik lampu jalan.
Balai RW di seluruh kota juga di revitalisasi, dengan 1.189 balai RW yang kini lebih nyaman digunakan sebagai pusat kegiatan warga.
“Kami ingin setiap sudut kota mendapat perhatian yang sama. Infrastruktur yang baik bukan hanya soal estetika, tapi juga kenyamanan dan keamanan warga dalam beraktivitas,” kata Eri.
Dukungan di Sektor Pendidikan dan Ekonomi Kreatif
Di sektor pendidikan, Pemkot memberikan beasiswa kepada 25.000 pelajar SMA/SMK serta 4.000 mahasiswa agar mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan ekonomi.
Selain itu, Pemkot juga menjalankan Program Padat Karya, di mana aset-aset pemerintah di kelola langsung oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Saat ini, 133 Rumah Padat Karya telah beroperasi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup warga.
Pemkot juga terus mendorong perbaikan transportasi dengan mengintegrasikan Suroboyo Bus, Feeder Wira-Wiri, dan Trans Semanggi agar transportasi umum lebih nyaman dan efisien.
Sementara itu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga menjadi perhatian utama. Revitalisasi Jalan Tunjungan dan Kota Lama berhasil menghidupkan kembali pusat-pusat wisata dan ekonomi kreatif di Surabaya. Selain itu, eks THR-TRS kini kembali di aktifkan sebagai pusat seni dan hiburan.
“Kami ingin Surabaya tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga menjadi kota yang nyaman dan menarik bagi wisatawan. Dengan revitalisasi ini, kita bisa menghidupkan kembali potensi budaya dan ekonomi kreatif di kota kita,” tegasnya.
Eri Cahyadi menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama dalam membangun Surabaya.
“Semua pencapaian ini bukan karena pemerintah saja, tapi karena gotong royong kita semua. Mari terus berjuang bersama agar Surabaya semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya. (r6)





