Bangkalan,(DOC) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan senilai Rp7,62 miliar untuk masyarakat Bangkalan. Penyerahan berlangsung di Pendopo Kabupaten Bangkalan, Jumat siang.
Bantuan ini mencakup dua sektor utama. Pertama, bantuan sosial dan tali asih pilar kesejahteraan sosial sebesar Rp6,6 miliar. Kedua, bantuan pemberdayaan masyarakat dan desa senilai Rp1,02 miliar.
Khofifah secara simbolis memberikan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada lima penerima manfaat. Masing-masing mendapat Rp900.000 per triwulan. Pendamping PKH Plus juga menerima jumlah yang sama.
Sebanyak 20 penerima PKH Plus mendapatkan bantuan Rp500.000 per triwulan. Khofifah juga menyalurkan zakat produktif untuk 100 calon penerima Program Putri Jawara.
“Kami berikan per triwulan agar langsung terasa. Totalnya Rp900.000, karena biasanya Rp300.000 per bulan,” jelas Khofifah.
Ia menambahkan, Program Putri Jawara menyasar perempuan tangguh. Sasarannya adalah ibu tunggal, keluarga dengan anak stunting, lansia rentan, atau penyandang disabilitas.
Selain itu, 15 anggota Tagana menerima tali asih Rp750.000 per triwulan. Sementara, 15 tenaga TKSK menerima Rp1,5 juta per triwulan.
Untuk pemberdayaan masyarakat, Pemprov Jatim menggelontorkan Rp400 juta bagi tiga kecamatan dan empat desa dalam Program BUMDes. Program Desa Berdaya mendapatkan Rp200 juta untuk satu kecamatan dan dua desa. Program Jatim Puspa menerima Rp420 juta untuk 143 keluarga.
Khofifah berharap bantuan ini mendorong penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Saat ini, angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur berada di level 0,66 persen.
Bupati Bangkalan Lukman mencatat, angka kemiskinan daerahnya turun dari 18,66 persen menjadi 15 persen. Namun, ia mengakui Bangkalan masih menyumbang angka kemiskinan tinggi di Jawa Timur.
“Kami optimis, dengan dukungan provinsi, angka ini bisa terus turun,” ujar Lukman.(lup/r7)





