
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya menegaskan arah pembangunan yang progresif dan kolaboratif dalam peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 yang di gelar di Balai Kota, Taman Surya, Sabtu (31/5/2025).
Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan bahwa seluruh strategi pembangunan di arahkan untuk mewujudkan Surabaya yang Tumbuh Semakin Kuat. Selain itu, selaras dengan Asta Cita Presiden RI serta Nawa Bhakti Satya Gubernur Jatim.
Dalam sambutannya, Eri memaparkan tujuh prioritas pembangunan utama: pengentasan kemiskinan, penurunan pengangguran, penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan stunting, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengurangan kesenjangan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah fondasi utama. Dengan IPM 84,69%—tertinggi di Jawa Timur—Surabaya mengalokasikan Rp2,5 triliun (lebih dari 20% APBD) untuk sektor pendidikan. Program beasiswa, sekolah gratis, bantuan seragam, pendidikan inklusi, hingga Rumah Anak Prestasi dan Asrama Bibit Unggul menjadi pilar penting peningkatan akses dan kualitas pendidikan.
Di bidang kesehatan, Surabaya menorehkan usia harapan hidup 76 tahun, serta mencapai cakupan Universal Health Coverage senilai Rp500 miliar. Tiga RSUD baru di bangun, tenaga kesehatan di tempatkan di tiap Balai RW, dan program Sekolah Orang Tua Hebat telah meluluskan 15.000 orang tua. Hasilnya, angka stunting turun drastis dari 28,9% (2021) menjadi hanya 1,6% (2023).
Sementara di sektor pengentasan kemiskinan, Pemkot mencatat angka kemiskinan 3,96% dan kemiskinan ekstrem nol jiwa. Program Padat Karya, digitalisasi UMKM lewat e-Peken, bantuan modal, dan penataan kampung kumuh di 1001 Malam menjadi bukti nyata. Program Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana juga di andalkan untuk memutus rantai kemiskinan.
Sektor Ekonomi
Di sektor ekonomi, pertumbuhan Surabaya mencapai 5,76%—melampaui rata-rata nasional dan Jawa Timur. Tingkat pengangguran menurun dari 9,79% (2020) menjadi 4,91% (2025). Program ASSIK berhasil menyalurkan 27.595 pencari kerja, di dukung pelatihan kompetensi dan pembukaan ribuan wirausaha baru.
Wisata dan UMKM juga tumbuh lewat pengembangan Tunjungan Romansa, Kalimas, Adventure Land, Mangrove, dan Kota Lama, menarik lebih dari 21 juta wisatawan. Infrastruktur tak kalah progresif: 1.180 balai RW di revitalisasi, jalan dan drainase di perbaiki di ribuan titik, dan lebih dari 16.000 rumah tidak layak huni telah di renovasi sejak 2021.
Meski mencatat banyak capaian, Wali Kota Eri tak menutup mata pada tantangan ke depan. Ia menyebut kebutuhan besar untuk menyelesaikan banjir, memperluas RS, membangun JLLB dan JLLT, menambah sekolah, serta mengatasi backlog rumah tidak layak huni. Semua ini membutuhkan komitmen anggaran hingga puluhan triliun rupiah dalam lima tahun ke depan.
Eri juga menyinggung kebutuhan insentif untuk RT, RW, guru agama, tenaga kontrak, penggali makam, dan pelayan masyarakat lain yang totalnya mencapai Rp1,4 triliun per tahun. Program revitalisasi kawasan seperti Taman Harmoni juga akan di fokuskan untuk membuka lapangan kerja baru dan memperkuat UMKM.
Di akhir sambutan, Wali Kota Eri menegaskan bahwa keberhasilan Surabaya bukan karena satu orang, tetapi kolaborasi seluruh elemen. Ia mengajak semua warga terus menjadi bagian aktif dalam pembangunan kota yang semakin tangguh dan berdaya saing. (r6)





