
Purwakarta,(DOC) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pengawasan terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di seluruh daerah. Salah satunya melalui kunjungan langsung ke SMPN 1 dan SMAN 1 Purwakarta, Jumat (20/6/2025), oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, yang juga tergabung dalam tim pengawas pusat SPMB.
Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa proses penerimaan berjalan transparan, objektif, berkeadilan, dan bebas diskriminasi, menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin memastikan semua jalur, baik domisili, afirmasi, prestasi, maupun mutasi, di jalankan sesuai aturan,” tegas Hafidz.
Ia menyebut bahwa pengawasan langsung ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan setara untuk semua.
Kepala SMPN 1 Purwakarta, Patoni, melaporkan bahwa pelaksanaan SPMB di sekolahnya berlangsung lancar. Meski sempat mengalami kendala teknis pada sistem digital di awal, sekolah langsung melakukan perbaikan dan menjaga layanan tetap optimal.
Cucu Suryani, guru sekaligus panitia informasi, menambahkan bahwa banyak orang tua masih kesulitan dengan pendaftaran daring. “Kami tetap buka layanan langsung di sekolah dan mendampingi prosesnya agar semua bisa selesai dengan baik,” ujarnya.
Sediakan Ruang Layanan, Jalur Mutasi Direspon Positif
Di SMAN 1 Purwakarta, panitia menyediakan ruang khusus bagi masyarakat yang ingin mendaftar langsung. Proses berlangsung tanpa kendala berarti.
Seorang wali murid dari jalur mutasi mengapresiasi sistem SPMB dan pelayanan sekolah. “Semua prosedur jelas, dan panitia sangat membantu. Meski kami pindah kota, anak saya tetap punya kesempatan sekolah terbaik,” ujarnya saat di temui Hafidz.
Menanggapi aspirasi guru soal penambahan kuota jalur mutasi untuk anak guru, Hafidz mengatakan usulan tersebut akan di tindaklanjuti.
“Itu masukan yang baik, karena guru berasal dari berbagai jenjang, bukan hanya SMA. Akan kami diskusikan di kementerian,” jawabnya.
Hafidz menegaskan bahwa pengawasan langsung akan terus di lakukan demi mencegah pelanggaran, ketimpangan, atau potensi masalah lain selama proses SPMB berlangsung.
“SPMB yang adil adalah pintu awal menuju pendidikan bermutu yang dapat di akses semua anak, tanpa kecuali,” pungkasnya. (r6)





