
Jakarta,(DOC) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong transformasi digital di sektor pendidikan melalui kolaborasi strategis dengan mitra swasta. Salah satu inisiatif terbarunya adalah peluncuran Rumah Pendidikan, sebuah superaplikasi yang mengintegrasikan 986 aplikasi pendidikan dalam delapan ruang utama. Platform ini di rancang sebagai ekosistem pembelajaran digital terpadu dan terbuka untuk kolaborasi lintas sektor.
“Transformasi digital dalam pendidikan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dan inovatif,” ujar Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin), Yudhistira Nugraha, di Jakarta, Jumat (14/3).
Dalam hal ini, Ia menambahkan bahwa mitra seperti Canva menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kompetensi guru dan pengalaman belajar siswa.
Kemendikdasmen menjalin kemitraan erat dengan Canva for Education sejak 2022. Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto menyatakan bahwa kerja sama ini sangat relevan di tengah kebutuhan akan keterampilan abad ke-21. Ia menekankan pentingnya penerapan deep learning, koding, dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran.
“Dengan Canva, guru dapat merancang materi ajar yang interaktif dan menarik, yang mendorong eksplorasi mendalam,” jelas Rachmadi.
Ia menambahkan, guru yang mampu menguasai teknologi kreatif akan lebih mudah menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual.
Pipit Indrawati selaku perwakilan Canva, mengungkapkan bahwa hingga akhir 2024, lebih dari 5 juta pengguna telah mengakses Canva for Education. Penggunannya pun mencapai angka 2,59 juta, dan aktif bulanan. Ia menyebut pencapaian ini sebagai tonggak keberhasilan kolaborasi dengan Kemendikdasmen dalam memperluas akses terhadap desain visual di ruang kelas.
“Komitmen kami adalah memberdayakan guru. Kolaborasi ini bukan hanya sukses di angka, tapi juga berdampak di kelas-kelas seluruh Indonesia,” kata Pipit.
Perluas Jangkauan Kolaborasi
Hal senada di sampaikan oleh Yani Hornilla-Donato, Regional Lead Canva untuk Asia Tenggara. Ia berharap kolaborasi ini semakin kuat di tahun 2025 dalam upaya peningkatan kapasitas guru secara nasional.
Selain dengan Canva, Kemendikdasmen juga memperluas jangkauan kolaborasi teknologi melalui kerja sama dengan Assemblr EDU, platform edukasi berbasis augmented reality (AR) dan 3D. Kesepakatan kerja sama ditandatangani pada 14 Maret 2025 dan memungkinkan guru di seluruh Indonesia mengakses platform Assemblr secara gratis melalui Akun Akses Layanan Pendidikan.
Penandatanganan disaksikan langsung oleh Kapusdatin Kemendikdasmen di Ruang Inovasi, Gedung Graha Tama, Jakarta. Ruang lingkup kerja sama mencakup integrasi sistem, pelatihan, dan perluasan pemanfaatan teknologi AR dan 3D dalam kegiatan belajar-mengajar.
Yudhistira Nugraha menyampaikan, teknologi dari Assemblr EDU memungkinkan guru menciptakan pembelajaran yang jauh lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakter peserta didik masa kini.
“Ini adalah langkah nyata dalam mengadopsi teknologi inovatif demi kualitas pendidikan yang lebih baik. Dengan AR dan 3D, kita bisa menjadikan kelas lebih hidup dan menarik,” ungkapnya.
Kolaborasi antara Kemendikdasmen dengan Canva dan Assemblr EDU mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk mendorong pendidikan abad ke-21. (r6)





