Inovboyo 2025 Dorong Lompatan Inovasi di Dunia Pendidikan Surabaya

Inovboyo 2025 Dorong Lompatan Inovasi di Dunia Pendidikan Surabaya
Inovboyo 2025 Dorong Lompatan Inovasi di Dunia Pendidikan Surabaya

Surabaya,(DOC) – Program Inovasi Suroboyo (Inovboyo) 2025 bukan sekadar ajang kompetisi ide. Program ini menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di Kota Surabaya.

Dari total 324 inovasi yang diajukan oleh perangkat daerah, DPRD, RSUD, kecamatan, dan kelurahan, tercatat 17 inovasi berasal dari sektor pendidikan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, menegaskan bahwa Inovboyo telah memberi dampak nyata. Melalui kolaborasi berbagai pihak, program ini menumbuhkan budaya inovasi, mencetak talenta berprestasi, dan mendorong pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.

Salah satu upaya strategisnya adalah peluncuran kategori Inovboyo Young Heroes. Inisiatif ini menyasar pelajar dan sekolah untuk menanamkan pola pikir kreatif sejak dini. Tujuannya jelas: membekali generasi muda Surabaya menghadapi tantangan masa depan.

Irvan menjelaskan, Pemkot Surabaya juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan inovasi. Fokusnya meliputi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Virtual/Augmented Reality, aplikasi mobile, hingga big data.

Pendekatan ini bukan hanya memperkaya metode belajar. Lebih dari itu, inovasi digital membuka peluang untuk menciptakan solusi cerdas dalam berbagai bidang.

“Inovboyo menciptakan ekosistem kolaboratif yang menyatukan pelajar, guru, dan masyarakat,” ujar Irvan. “Ini memastikan inovasi yang lahir punya relevansi dan dampak langsung ke masyarakat.”

Hadapi Isu Strategis

Selain pendidikan, Inovboyo juga di arahkan untuk menjawab tantangan besar kota. Seperti penurunan kemiskinan, pencegahan stunting, pengurangan pengangguran, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Di sektor pendidikan, isu literasi mendapat perhatian khusus. Data menunjukkan 1 dari 3 anak Indonesia belum memenuhi standar kemampuan membaca.

Menjawab tantangan ini, berbagai program di luncurkan. Di antaranya Sinau Bareng dan Ngaji Bareng dari Dinas Pendidikan, serta Gendis Sewu dan Wisata Buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

“Program-program ini bertujuan meningkatkan minat baca dan memperluas akses informasi,” jelas Irvan.

Baca Juga:  Polarisasi Identitas di Era Digital Jadi Alarm bagi Dunia
Inovasi Nyata, Pengakuan Nasional

Inovasi yang lahir dari Inovboyo turut mengantar Surabaya meraih predikat Kota Terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2024. Ini membuktikan keberhasilan Surabaya dalam mendorong inovasi lintas sektor—termasuk pendidikan.

Beberapa contoh inovasi pendidikan yang kini di jalankan:

  • Tryout Online dan Rapor Online untuk efisiensi pembelajaran dan pelaporan siswa.
  • Program Krisna (Kesetaraan) guna membantu anak putus sekolah kembali belajar.
  • Rumah Bahasa sebagai sarana pembelajaran bahasa yang inklusif.
  • SIPUS untuk meningkatkan akses digital ke perpustakaan.
  • eLearning dan Sigendis dari BKPSDM untuk pelatihan pegawai dan pengembangan SDM.

Dari tingkat kecamatan, hadir inovasi seperti Sinau dan Ngaji Bareng Ketintang, Genteng Cendekia, hingga K.G.A EDU FARM. Semuanya bertujuan menciptakan ruang belajar yang dekat dengan warga.

Ada juga inovasi berbasis keagamaan dan budaya, seperti Wisata Religi Kiswah Ka’bah dan Pesantren Kilat yang memperkuat pemahaman keagamaan.

Irvan berharap, inovasi di bidang pendidikan bisa membentuk DNA inovatif dalam kehidupan kota. Inovasi bukan hanya jadi program, tapi menjadi cara berpikir warga.

“Surabaya melangkah menuju kota yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait