Tebu Blora Terserap 90 Persen, PG Rendeng Sinergi Dengan Petani

Tebu Blora Terserap 90 Persen, PG Rendeng Sinergi Dengan Petani
Paguyuban petani tebu Blora. (Foto: Ist)

Blora, (DOC) – Upaya penyelamatan ribuan ton tebu petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membuahkan hasil manis pada musim giling tahun ini. Sempat terancam tak tertebang dan membusuk di lahan seluas hampir 500 hektare, kini sekitar 90 persen tebu petani berhasil terserap oleh Pabrik Gula (PG) Rendeng, unit usaha PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Kepastian penyerapan tersebut menjadi nafas lega sekaligus angin segar bagi para petani tebu Blora yang sebelumnya dihantui ketidakpastian. Langkah cepat PG Rendeng dan SGN dalam memfasilitasi serta mengawal proses penebangan dinilai sukses menyelamatkan perekonomian petani lokal.

Bacaan Lainnya

Rasa haru dan lega diungkapkan oleh salah seorang petani tebu Blora. Menurutnya, intervensi aktif pabrik gula telah menghindarkan petani dari potensi kerugian fatal akibat keterlambatan panen.

“Kami sangat terharu dan tersanjung melihat perhatian terhadap nasib kami. Dalam kondisi kemarin tebu tidak tertebang hampir 500 hektare, saat ini dengan difasilitasi dan dikawal Pabrik Gula Rendeng sebagai wakil SGN, akhirnya tebu Blora terserap hampir 90 persen,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Meski mayoritas hasil panen sudah terserap, petani mencatat masih ada sekitar 10 persen tanaman tebu di areal Blora yang menunggu giliran tebang. Petani berharap sisa tebu tersebut dapat dituntaskan seluruhnya sebelum Oktober agar seluruh hasil jeri payah mereka memiliki nilai ekonomi.

Tak sekadar menyelamatkan panen musim ini, petani juga berharap kemitraan dengan PG Rendeng dan PT SGN terus berlanjut ke arah perbaikan tata kelola budidaya, peningkatan produktivitas, hingga pemenuhan mutu tebu secara berkelanjutan. “Kami berharap dengan bimbingan SGN, kami dianggap sebagai petani akar rumput sekaligus petani profesional yang mengejar kualitas dan mutu tebu,” tambahnya.

Untuk memperkuat daya saing usaha tani, para petani mendorong adanya pendampingan intensif dari pabrik gula, terutama dalam penyediaan varietas bibit unggul. Salah satu yang dinantikan adalah alokasi bibit varietas SGN 1 untuk melengkapi varietas yang selama ini dominan ditanam, seperti Panjalu 1 dan Mustika A.

Baca Juga:  Kekhawatiran Sirna, PT SGN Pastikan Serap Tebu Petani Blora

Petani menekankan pentingnya edukasi teknis agar penggunaan varietas anyar ini dapat beradaptasi optimal dengan karakter lahan di Blora. “Harapannya ke depan SGN bisa membina dan mengedukasi kami, sehingga petani tidak khawatir menghadapi dinamika ekonomi dan bisa terus meningkatkan kualitas tanaman,” jelasnya.

Apresiasi senada disampaikan petani Blora lainnya. Keberadaan PG Rendeng sebagai fasilitas pengolahan terdekat terbukti menjadi penopang utama penyerapan hasil panen daerah tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT SGN karena pada musim giling ini tebu petani Blora bisa diserap secara optimal melalui PG Rendeng. Terima kasih telah membantu penyelamatan tebu di Kabupaten Blora,” tuturnya.

Penyelamatan pasokan tebu di Blora ini menegaskan krusialnya sinergi antara petani dan produsen gula nasional dalam menjaga pasokan bahan baku industri. Kepastian pasar bagi petani menjadi fondasi utama agar mata rantai produksi gula tetap terjaga.

Ke depan, penguatan kemitraan ini diharapkan tidak berhenti pada urusan jual-beli panen belaka, melainkan menjelma menjadi kolaborasi strategis mulai dari pembinaan budidaya, penyediaan bibit unggul, hingga peningkatan tonase demi mendukung ketahanan gula nasional.

Pos terkait