Surabaya & GNI Rayakan HAN Lewat Seminar

Surabaya & GNI Rayakan HAN Lewat SeminarSurabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Global Network for Indonesia (GNI) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025 dengan menggelar seminar bertajuk “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Acara ini berlangsung di Balai Pemuda Surabaya pada Jumat (22/8/2025) dan menghadirkan ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga komunitas peduli anak.

Wakil Wali Kota(Wawali) Surabaya, Armuji, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam melindungi hak-hak anak. Menurutnya, isu kekerasan, stunting, hingga kesenjangan pendidikan tidak bisa di tangani pemerintah sendirian.
“Anak-anak adalah aset masa depan. Karena itu, perlindungan mereka harus dilakukan bersama oleh pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, hingga masyarakat,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, termasuk perwakilan GNI, akademisi, hingga praktisi sosial. Mereka membahas tantangan tumbuh kembang anak di perkotaan, khususnya dalam mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak.

Perwakilan GNI, Fransisca Sianturi, menyampaikan bahwa peringatan HAN tidak cukup hanya dengan seremonial. Ia menekankan perlunya aksi nyata dan sinergi lintas sektor.
“Anak-anak memang harus di libatkan, tapi perubahan hanya terwujud bila pemerintah, LSM, perusahaan, dan masyarakat mau berkolaborasi,” tegasnya.

Selain diskusi, acara juga menghadirkan sesi interaktif yang memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi. Beberapa mahasiswa menyoroti masih adanya kasus perundungan di sekolah, sementara komunitas peduli anak menekankan pentingnya ruang publik yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

Seminar ini di harapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Surabaya sebagai kota yang menjunjung tinggi hak anak. Pemkot berjanji menindaklanjuti masukan masyarakat melalui program yang lebih konkret, mulai dari peningkatan layanan kesehatan anak, penyediaan ruang ramah anak, hingga kampung aman dari kekerasan.(r7)

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Segel 5 Menara Telekomunikasi Tak Miliki IMB

Pos terkait