Bandar Lampung,(DOC) – PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya, PLN NP Services, resmi meluncurkan Unit Produksi Biomassa Bandar Lampung (UPBBL) sebagai langkah nyata mendukung transisi energi bersih nasional. Berlokasi di Jalan Lintas Sumatera KM 15, Tarahan, fasilitas ini menjadi pabrik biomassa pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi Rotary Dryer untuk menghasilkan biomassa berkualitas tinggi.
Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 70 ton per hari atau setara dengan 23.100 ton per tahun, dan akan menyuplai bahan bakar co-firing untuk PLTU di wilayah Sumatera, termasuk PLTU Tarahan. Co-firing merupakan metode mencampur biomassa dengan batu bara guna menekan emisi karbon dari pembangkit listrik.
Keunggulan utama UPBBL terletak pada teknologi Rotary Dryer yang mampu menurunkan kadar air dalam biomassa hingga 20 persen lebih efisien di banding metode konvensional. Hasilnya adalah woodchip dengan nilai kalor tinggi, di atas 3.500 kCal/kg, menjamin pasokan energi yang stabil, efisien, dan ramah lingkungan.
“Kehadiran UPBBL bukan sekadar menambah kapasitas, tapi simbol kemandirian energi daerah. Ini bagian dari komitmen kami menuju pembangkitan hijau dan target Net Zero Emission 2060,” ujar Ruly Firmansyah, Direktur Utama PLN Nusantara Power, Rabu (22/10).
Mendorong Ekonomi Lokal, Memperkuat Energi Bersih
Selain mendukung dekarbonisasi, UPBBL memberikan dampak sosial langsung bagi masyarakat sekitar. 90 persen tenaga kerja berasal dari warga lokal, dan seluruh bahan baku kayu disuplai dari wilayah sekitar seperti Bergen, Tanjung Bintang, Way Kanan, Mesuji, hingga Ogan Komering Ilir (OKI).
“Ini memperkuat rantai pasok biomassa nasional dan menambah infrastruktur hijau PLN NP Group,” ujar M. Irwansyah Putra, Direktur Operasi Pembangkitan Batu Bara PLN NP.
Pada 2024, co-firing biomassa telah menghasilkan 69 GWh listrik hijau, setara 1,57% dari total kapasitas pembangkit PLN NP. Kehadiran UPBBL di proyeksikan akan meningkatkan kontribusi ini secara signifikan, sekaligus menurunkan emisi karbon hingga 12,7 juta kg CO₂ per tahun dan menghemat konsumsi batu bara hingga 3,36% di PLTU Tarahan.
Fondasi Ekosistem Energi Masa Depan
Direktur Utama PLN NP Services, Jakfar Sadiq, menekankan pentingnya menjaga operasional UPBBL tetap optimal. Ia berharap sinergi bersama PLN NP terus di perkuat agar produksi biomassa berkualitas tinggi dapat berkelanjutan.
“Kami siap menghadirkan suplai yang andal bagi PLTU di Sumatera,” ujarnya.
Acara peresmian di tutup dengan pelepasan truk perdana yang membawa hasil produksi biomassa ke PLTU Tarahan, menandai di mulainya operasional penuh fasilitas ini.
UPBBL bukan hanya pabrik, tetapi tonggak transformasi energi Indonesia. Ia memperkuat kemandirian energi daerah, mendukung dekarbonisasi nasional, dan membuka peluang ekonomi hijau di Lampung dan sekitarnya. Dengan pendekatan teknologi, sosial, dan lingkungan yang seimbang, PLN Nusantara Power menunjukkan bahwa transisi energi bisa di mulai dari satu langkah nyata, dan UPBBL adalah salah satunya. (r6)





