Hadirkan Robot Medis, RS Kemenkes Surabaya Pamer Transformasi Layanan Kesehatan

Hadirkan Robot Medis, RS Kemenkes Surabaya Pamer Transformasi Layanan KesehatanPerkuat Respons Darurat di Berbagai Situasi

Surabaya,(DOC) – Tantangan terbesar dalam pelayanan kegawatdaruratan di Indonesia masih berada pada koordinasi dan kecepatan respons. Karena itu, RS Kemenkes Surabaya menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesiapan penanganan darurat sejak detik pertama insiden terjadi.

Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha M. L. Siahaan, menyampaikan hal tersebut dalam Workshop Kesehatan bertema “Advances in Life Saving Emergency Response And Training” di Hotel Harris Gubeng Surabaya, Minggu(23/11/2025).

Bacaan Lainnya

Menurut dr. Martha, tenaga kesehatan harus mampu bergerak cepat dan terkoordinasi, baik dalam penanganan di rumah sakit maupun di ruang publik.
“Kelemahan kita masih pada koordinasi antardisiplin. Respon harus cepat sejak informasi pertama diterima hingga pasien selesai ditangani,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya merekam kejadian darurat.
“Jangan sampai masyarakat hanya memvideokan kejadian dan membuat viral, tetapi lupa menolong,” tegasnya.

Dorongan Edukasi Kegawatdaruratan untuk Area Publik

Selain peningkatan internal, RS Kemenkes Surabaya bersama Kementerian Kesehatan menargetkan perluasan edukasi kegawatdaruratan hingga ke area publik seperti mal, bandara, pasar, dan pabrik. Menurut dr. Martha, pemahaman pertolongan pertama harus menjangkau masyarakat luas agar keselamatan pasien dapat ditingkatkan.

Workshop ini juga berfungsi sebagai wadah berbagi pengetahuan antara beragam tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, perekam medis, ahli gizi, hingga tenaga pendukung lainnya.

Langkah Besar: Teknologi Robotik Hadir di Ruang Operasi

Transformasi layanan kesehatan RS Kemenkes Surabaya semakin nyata dengan hadirnya teknologi robotik pada tindakan operasi tulang belakang. Spesialis ortopedi tulang belakang, dr. Luthfi Gatam, memaparkan bahwa robotik kini mulai di gunakan untuk meningkatkan faktor presisi dalam tindakan medis.

Menurutnya, teknologi robot mampu mengurangi risiko kesalahan manusia karena mampu melakukan tindakan secara konsisten.
“Manusia bisa melakukan tindakan yang berbeda pada kasus serupa. Namun robot mampu mengulang secara presisi sehingga risiko kesalahan sangat kecil,” jelas dr. Luthfi.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Tolak Penundaan RS Surabaya Selatan

Indonesia bahkan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi teknologi robotik di bidang ini. Namun ia mengakui harga perangkat robotik masih menjadi kendala utama.
“Kalau produksi bisa dilakukan di dalam negeri dan harganya di bawah Rp1 miliar, maka semua rumah sakit dapat mengadopsinya,” ujarnya optimistis.

Ia berharap teknologi yang lebih terjangkau dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis dengan standar internasional.

Dukungan Penuh Kemenkes

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian Kemenkes, Warno Hidayat, menyampaikan dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas layanan yang dilakukan RS Kemenkes Surabaya. Ia menilai pelatihan ALERT (Acute Life-threatening Emergency Response Training) sebagai bagian penting menuju standar global.

“Kami dorong RS Kemenkes Surabaya meraih akreditasi paripurna dan terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan,” tegas Warno.

Melalui workshop ini, RS Kemenkes Surabaya berharap kegiatan ilmiah tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten. Dengan demikian, kesiapan layanan kegawatdaruratan dapat terus di perkuat, sementara pemanfaatan teknologi, termasuk robot medis, dapat semakin meluas dan menghadirkan layanan kesehatan yang lebih aman, presisi, dan modern.(ode/lup/r7)

Pos terkait