
Lumajang, (DOC) – Jumlah pasien dengan gangguan infeksi saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah di RSUD dr Haryoto Lumajang, Jawa Timur mengalami peningkatan.
Lonjakan jumlah pasien tersebut mulai terlihat sejak Agustus 2026 dan meningkat sekitar tiga kali lipat pada September 2026.
Humas Pelayanan Media RSUD dr Haryoto Lumajang, dr Yanna Susanti, mengatakan peningkatan paling banyak terjadi pada pasien yang membutuhkan perawatan inap.
“Di bulan Agustus yang terbanyak adalah infeksi saluran pernapasan, baik atas maupun bawah. Data tersebut juga meningkat sampai di bulan September terjadi lonjakan sekitar tiga kali lipat,” kata Yanna, Senin (5/10/2026).
Menurut dia, berdasarkan data rumah sakit, sekitar 70 persen pasien yang datang dengan gangguan saluran pernapasan merupakan anak-anak.
Keluhan yang paling banyak disampaikan pasien antara lain batuk, pilek hingga sesak napas. Kondisi sesak napas menjadi salah satu alasan pasien segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Mayoritas adalah usia anak-anak. Sekitar 70 persen pasien yang datang dengan gangguan saluran pernapasan atas maupun bawah adalah usia anak-anak. Keluhan utamanya batuk, pilek, dan sesak napas,” ujarnya.
Kondisi tersebut juga terlihat dari aktivitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Haryoto Lumajang yang dipenuhi pasien.
Sejumlah pasien yang telah mendapatkan penanganan di IGD bahkan masih harus menunggu ketersediaan kamar sebelum dapat dipindahkan ke ruang rawat inap.
Yanna menjelaskan, kondisi cuaca pada musim pancaroba diduga turut memengaruhi meningkatnya kasus gangguan saluran pernapasan.
Menurutnya, perubahan cuaca dapat membuat daya tahan tubuh sebagian masyarakat menurun sehingga lebih mudah terserang virus, bakteri maupun penyebab infeksi lainnya.
“Karena saat ini musim pancaroba, jadi sangat dibutuhkan imunitas yang sangat baik. Mungkin beberapa masyarakat karena adaptasi ataupun imunitas yang turun, akhirnya mudah terserang virus, bakteri maupun yang lainnya,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh.
Penggunaan masker, terutama ketika berada di tempat ramai, menjadi salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan. Selain itu, masyarakat juga diminta rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga secara teratur.
“Imbauan tetap utama adalah pakai masker, kemudian cuci tangan, meningkatkan imunitas dengan pola hidup yang sehat, yaitu makan minum yang bergizi dan seimbang, serta olahraga yang teratur,” kata Yanna.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada kondisi lebih serius, seperti sesak napas.
Influenza pada umumnya disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, masyarakat perlu mewaspadai tanda-tanda kegawatan, terutama ketika muncul sesak napas atau batuk berdahak yang sulit dikeluarkan.
“Kalau muncul tanda-tanda kegawatan, seperti sesak napas dan batuk berdahak yang sulit keluar, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.





