Kolaborasi TTL dan KSOP Tanjung Perak Hadirkan EAZI, Percepat Layanan Kapal dan Tekan Waktu Tunggu

Kolaborasi TTL dan KSOP Tanjung Perak Hadirkan EAZI, Percepat Layanan Kapal dan Tekan Waktu Tunggu

Surabaya, (DOC)PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak terus memperkuat transformasi layanan kepelabuhanan melalui program Optimalisasi Pemanfaatan Zona Labuh atau Express Anchorage Zone Service (EAZI).

Bacaan Lainnya

Program ini disosialisasikan bersamaan dengan pembaruan Sistem Operasional dan Prosedur (SISPRO) pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya kepadatan lalu lintas kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak.

Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus mendorong efisiensi layanan, khususnya di terminal petikemas yang dikelola TTL, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam.

Sosialisasi dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya KSOP Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, KSOP Kelas II Gresik, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa, serta asosiasi pengguna jasa seperti INSA dan ISAA.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan inovasi di sektor kepelabuhanan. Ia mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam mendukung implementasi program tersebut.

“Kolaborasi ini memastikan setiap tahapan program EAZI berjalan lancar, sehingga mampu menghadirkan efisiensi nyata, terutama dalam menekan waktu ship to ship dan port stay,” ujarnya, Jumat (17/4).

Dalam implementasinya, layanan EAZI memiliki sejumlah ketentuan teknis, di antaranya panjang kapal maksimal 150 meter, waktu tunggu maksimal enam jam sejak berlabuh, serta durasi proses ship to ship maksimal satu jam.

Program ini juga mengedepankan transparansi dan digitalisasi layanan melalui integrasi sistem pelaporan secara real-time antara Inaportnet milik Kementerian Perhubungan—di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut—dengan platform Phinnisi milik PT
Pelabuhan Indonesia (Persero).

Upaya tersebut menjadi bagian dari visi TTL dalam membangun ekosistem smart port yang mampu menekan waktu tunggu kapal (waiting time) sekaligus menurunkan biaya logistik nasional.

Baca Juga:  Mensos Serahkan Tiga Kapal untuk Transportasi Anak Sekolah di Batam

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyampaikan optimisme terhadap implementasi EAZI. Menurutnya, pemanfaatan Zona Labuh 2 akan meningkatkan efektivitas layanan kapal dan mendorong pertumbuhan arus petikemas di Jawa Timur.

“Dengan EAZI, operasional kapal menjadi lebih efisien dan akuntabel. Ini sejalan dengan upaya memperlancar arus barang dan orang di pelabuhan,” tegasnya.

Dari sisi pengguna jasa, EAZI dinilai mampu memberikan dampak signifikan. Waktu transisi kapal dari lepas sandar hingga kembali sandar yang sebelumnya mencapai 4–6 jam, kini ditargetkan dapat dipangkas menjadi maksimal dua jam tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Perwakilan PT SPIL, Harmin, menyatakan dukungannya terhadap inovasi tersebut. Ia menilai EAZI sebagai solusi konkret untuk mempercepat proses layanan kapal dan memperlancar arus logistik.

Optimalisasi layanan melalui EAZI diharapkan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Dengan arus logistik yang semakin efisien, TTL optimistis dapat terus berkontribusi dalam memperkuat rantai pasok serta meningkatkan throughput petikemas di wilayah tersebut. (r6)

Pos terkait