PPIH Surabaya Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Suhu Ekstrem di Tanah Suci, Enam Jemaah Wafat

PPIH Surabaya Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Suhu Ekstrem di Tanah Suci, Enam Jemaah WafatSurabaya,(DOC)Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar mewaspadai cuaca ekstrem di Tanah Suci yang mencapai 45 derajat celsius.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan suhu di Kota Mekkah pada musim haji tahun ini diperkirakan berada di kisaran 42 hingga 45 derajat celsius, seperti tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Karena itu, jemaah diminta disiplin mengikuti arahan petugas demi menjaga kondisi tubuh tetap prima selama menjalankan ibadah haji.
“Di Mekkah itu cuacanya tahun kemarin paling rendah 42 sampai 45 derajat. Kami berharap jemaah tetap mengikuti anjuran petugas, memakai masker, dan rutin minum air meski belum merasa haus karena cuaca di sana sangat kering,” ujar Anam, Jumat (15/5/2026).

Jemaah Rentan Dehidrasi

Anam menjelaskan, cuaca panas dan kering di Arab Saudi membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan akibat tingginya proses penguapan.

Kondisi tersebut membuat jemaah rentan mengalami dehidrasi hingga kelelahan.
Karena itu, ia meminta jemaah tetap menjaga pola makan dan minum meski tidak merasa lapar atau haus.
“Makan dan minum harus tetap di jaga meskipun terkadang harus di paksakan. Faktor cuaca ini cukup menyita energi,” katanya.

Enam Jemaah Wafat di Arab Saudi

Di tengah pelaksanaan ibadah haji, PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan kabar duka. Hingga saat ini tercatat enam jemaah haji asal Embarkasi Surabaya meninggal dunia di Arab Saudi.

Mereka yakni Kamariyah Dul Tayib (85) dari Kloter 8 Kabupaten Pasuruan, Abd Wachid (71) dari Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, Fajar Puja Sasmita (53) dari Kloter 11 Kota Malang, Sibiatun Saji (72) dari Kloter 33 Kabupaten Lamongan, Mustika Rajim Diman (75) dari Kloter 47 Kabupaten Gresik, serta Suyono Reso (58) dari Kloter 62 Kabupaten Jombang.
Selain itu, satu jemaah lain bernama Tini Atmin (56) dari Kloter 43 Kabupaten Gresik meninggal dunia di Embarkasi Surabaya akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.

Baca Juga:  Ratusan Visa Petugas Haji 2026 Belum Terbit, Pemerintah Ungkap Penyebabnya

Atas peristiwa tersebut, Anam menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga jemaah.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga amal ibadah beliau di terima Allah SWT dan keluarga yang di tinggalkan di berikan ketabahan,” tuturnya.

Delapan Jemaah Tunda Keberangkatan

Sementara itu, hingga Kamis (14/5/2026), masih terdapat delapan calon jemaah haji yang mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Mereka terdiri atas lima jemaah sakit, satu pendamping, serta dua jemaah lain yang berkaitan dengan proses Mecca Route.

Pada hari yang sama, Embarkasi Surabaya juga menerima kedatangan jemaah dari Kloter 87 hingga 91 yang berasal dari Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Jember. (ode/r7)

Pos terkait