
Surabaya, (DOC) – Tawa riang dan sorak sorai riuh bergemuruh di halaman Griya Wreda Jambangan, Rabu (12/8/2026). Ratusan lanjut usia (lansia) penghuni panti sosial tersebut tampak begitu antusias mengikuti rangkaian lomba Agustusan yang digelar rutin oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia.
Sejak pagi, para lansia telah duduk berjajar rapi mengenakan pakaian terbaik mereka. Wajah-wajah senja itu memancarkan binar semangat saat bersiap melakoni pelbagai perlombaan khas Kemerdekaan, mulai dari balap kelereng, kempit balon, hingga lomba makan kerupuk.
Suasana semakin semarak ketika satu per satu peserta mulai bertanding. Gelak tawa pecah saat balon yang dikempit bergoyang hampir jatuh, atau ketika koordinasi tangan dan mulut para lansia mengundang senyum gemas dari penonton. Tak sedikit penghuni yang tidak bisa bertanding tetap ikut bersorak memberi dukungan dari area dalam ruangan.
Kepala Dinsos Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa kemeriahan lomba ini bukan sekadar perayaan rutin tahunan, melainkan wadah hiburan sekaligus ajang nostalgia bagi para lansia.
“Pertama, ini untuk membangun kebersamaan. Rata-rata mereka sudah tidak memiliki keluarga, tetapi dulunya hidup bertetangga di masyarakat. Melalui momen Kemerdekaan ini, mereka bisa mengulang kenangan manis masa lalu bersama-sama. Kedua, perlombaan ini menjadi sarana olahraga ringan yang menyenangkan,” ujar Antiek.
Selain bermanfaat bagi kebugaran fisik, interaksi aktif dan nuansa kegembiraan dalam lomba ini dirancang sebagai terapi kognitif untuk menjaga daya ingat serta kesehatan mental para penghuni. Dari total lebih dari 300 penghuni Griya Wreda, sekitar 100 lansia yang memiliki kondisi fisik memungkinkan tampak aktif berpartisipasi di lapangan.
Untuk menambah keceriaan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan hadiah istimewa yang dipersonalisasi. Bukan sekadar piala, hadiah yang diberikan berupa jajaran menu makanan favorit para lansia yang telah disesuaikan agar tetap sehat dan nutrisinya terjaga.
“Kami siapkan hadiah berupa makanan kesukaan mereka zaman dulu. Hadiah ini sekaligus mengajak mereka bernostalgia dengan cita rasa favorit masa muda, tentunya dengan standar makanan yang sehat dan aman,” tambah Antiek.
Kesuksesan dan kemeriahan acara ini dirasakan langsung oleh Santini, salah satu penghuni yang tampil antusias di cabang lomba balap kelereng dan makan kerupuk. Meski fisiknya tak lagi selincah dulu, semangat pantang menyerahnya tak kalah dari generasi muda.
“Hati saya senang sekali, menggebu-gebu rasanya. Jadi teringat masa muda dulu waktu ikut lomba di kampung. Apalagi nanti dapat hadiah makanan favorit, makin senang,” tutur Santini penuh senyum.





