Mengenang Prof Johan Silas: Sosok di Balik Rusun Sombo dan Tata Kota Surabaya

Mengenang Prof Johan Silas: Sosok di Balik Rusun Sombo dan Tata Kota Surabaya
Pakar Tata Kota ITS, Prof Johan Silas. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Kota Surabaya baru saja kehilangan salah satu putra terbaik sekaligus kompas pembangunan kotanya. Prof. Ir. Johan Silas, pakar tata kota legendaris dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berpulang dalam usia 90 tahun di RS Kemenkes Surabaya, Senin (8/6/2026).

Bagi Kota Pahlawan, Prof. Johan Silas tidak pernah benar-benar pergi. Jejak pemikirannya telah menyatu dengan denyut nadi pembangunan Surabaya dalam sebuah konsep tata kota yang tidak sekadar menumpuk beton, melainkan menempatkan manusia sebagai pusatnya.

Bacaan Lainnya

“Beliau memiliki kontribusi besar. Sebagai arsitek dan akademisi, Prof. Johan tidak hanya dikenal karena keilmuannya, tetapi juga karena dedikasinya yang panjang dalam memberikan arah bagi penataan kota yang lebih baik,” kenang Kepala Bappeda Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu (Yayuk), Rabu (10/6/2026).

Tiga Pilar Pemikiran Johan Silas untuk Wajah Surabaya

Sepanjang hidupnya, Prof. Johan Silas mendedikasikan ilmunya untuk memastikan Surabaya tumbuh menjadi kota metropolitan yang tetap ramah bagi masyarakat dan menghormati sejarahnya. Berikut adalah tiga warisan pemikiran besarnya, yakni Rusun Sombo yang menjadi tonggak awal penataan permukiman padat perkotaan yang layak dan berkelanjutan di Surabaya.

Selain itu, ungkap Yayuk, sebagai  penasihat Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Surabaya, Prof Johan Silas adalah benteng yang menjaga agar bangunan bersejarah dan identitas Kota Pahlawan tidak digerus oleh modernisasi.

“Selain itu, ia juga mengawal lahirnya kawasan hunian hijau seperti Eco Medayu dan Eco Wonosakti. Ini membuktikan bahwa pembangunan harus selaras dengan alam,” ujar Yayuk.

Menjembatani Teori Kampus dan Solusi Nyata di Kampung

Yayuk menambahkan, bagi jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Prof. Johan Silas adalah sosok langka yang mampu menerjemahkan teori rumit di ruang kuliah ITS menjadi solusi konkret di tengah perkampungan Surabaya.

“Beliau adalah salah satu putra terbaik Surabaya yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan kota ini. Kontribusinya menjangkau banyak aspek, mulai dari tata ruang, perumahan, pelestarian cagar budaya hingga pengembangan sumber daya manusia,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pencegahan Banjir di Surabaya, Wali Kota Eri Resmikan Rumah Pompa Gresikan Tambaksari

Keteladanan Prof. Johan Silas juga tercermin dari kemampuannya beradaptasi dengan berbagai generasi. Dengan wawasan yang luas dan cara penyampaian yang sederhana, ia mampu menjembatani perbedaan usia maupun latar belakang sehingga gagasan-gagasannya mudah dipahami dan diterapkan.

“Sosok yang selama puluhan tahun menjadi salah satu penjaga arah pembangunan Surabaya itu telah berpulang. Namun, jejak pemikirannya tetap hidup dalam wajah kota yang terus berkembang,” ujarnya.

Pemkot Surabaya memastikan akan melanjutkan berbagai nilai dan gagasan yang telah diwariskan, mulai dari pelestarian cagar budaya, penataan ruang, pembangunan perumahan hingga konsep pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan warga. 

“Jejak pemikiran yang diwariskan beliau akan tetap menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Surabaya dari generasi ke generasi,” pungkasnya.

Pos terkait