Gandeng Swasta, Pemkot Surabaya Salurkan 2.300 Sembako untuk Warga Krembangan

Gandeng Swasta, Pemkot Surabaya Salurkan 2.300 Sembako untuk Warga Krembangan
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi didampingi Ketua TP PKK Rini Indriyani melakukan penyaluran ribuan paket sembako bersama sektor swasta di wilayah Krembangan. (Foto: Dinkominfo)

Surabaya,(DOC) – Pemkot Surabaya terus mempererat kolaborasi dengan sektor swasta untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Langkah nyata ini kembali ditunjukkan melalui aksi sinergi antara Pemkot Surabaya dengan 10Regentstraat, Happy Puppy Group, dan Yayasan Suryani Setyadi dalam penyaluran 2.300 paket sembako melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kegiatan kemanusiaan yang menyasar warga Kecamatan Krembangan ini digelar di kawasan Resto 10Regentstraat, Jalan Kebon Rojo No. 10, Surabaya, pada Selasa (23/6/2026).

Bacaan Lainnya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen dunia usaha tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan swasta merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi warga, terutama di tengah tekanan kenaikan harga pangan saat ini.

“Membangun kota ini dan menjaga ekonomi masyarakat tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan semangat gotong royong. Ketika pemerintah memprioritaskan anggaran untuk layanan dasar seperti pendidikan gratis dan perbaikan rumah, hadirnya pelaku usaha seperti Happy Puppy Group sangat membantu melengkapi ruang yang belum terjangkau,” ujar Wali Kota Eri.

Hebatnya, kontribusi sektor swasta ini tercatat terus mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, tercatat sekitar 1.500 paket sembako berhasil disalurkan, kemudian meningkat tajam menjadi 2.300 paket kebutuhan pokok.

Sinergi yang terbangun tidak hanya berhenti pada bantuan sosial. Pemkot Surabaya juga menyambut baik ekspansi ekonomi kreatif yang dilakukan oleh 10Regentstraat di kawasan Pos Bloc Surabaya.

Menempati area bersejarah yang dulu dikenal sebagai Regenstraat, resto berkonsep kuliner heritage ini dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru dari sektor pariwisata kota.

Masyarakat dan wisatawan kini disuguhkan alternatif destinasi yang memadukan kelezatan kuliner Indonesia-Belanda dengan atmosfer Surabaya tempo dulu. Konsep open kitchen yang dihadirkan juga diyakini mampu menarik daya beli masyarakat sekaligus menghidupkan kembali kawasan bersejarah.

Komitmen Swasta untuk Tumbuh Bersama Masyarakat

Baca Juga:  Kepastian Hukum Terwujud, Pemegang Surat Ijo Kini Miliki Sertifikat HGB

Direktur Utama 10Regentstraat, Steffiani Setyadji, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis sektor swasta harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari angka bisnis, tetapi juga dari kontribusinya kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan roda ekonomi warga terbantu,” kata Steffiani.

Untuk memastikan bantuan berdampak langsung pada ekonomi keluarga yang membutuhkan, sistem penyaluran dilakukan dengan validasi data yang ketat dan bertahap.

Melalui kolaborasi erat ini, Pemkot Surabaya dan 10Regentstraat berharap dapat terus merawat budaya gotong royong, sekaligus menciptakan iklim ekonomi kota yang harmonis dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pos terkait