BGN Suspend Dapur MBG Kalitengah Usai 516 Siswa dan Santri di Sidoarjo Keracunan

BGN Suspend Dapur MBG Kalitengah Usai  516 Siswa dan Santri di Sidoarjo Keracunan
SPPG Kalitengah yang membuat makanan MBG untuk siswa dan santri. (Foto: Ist)

Sidoarjo, (DOC)Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 516 siswa dan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Sidoarjo, usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bergulir. Hingga kini, sebanyak 88 korban di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Menanggapi insiden tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang bertindak sebagai pemasok makanan.

Bacaan Lainnya

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengonfirmasi bahwa penutupan operasional dapur telah dilakukan sejak Selasa (1/9/2026) malam, disusul penerbitan surat suspend resmi pada Rabu (2/9/2026). “Awalnya di malam hari itu sudah kita hentikan, tapi per tadi pagi sudah ada surat suspend untuk dapur ini,” kata Teguh usai meninjau SPPG Kalitengah.

Teguh menjelaskan bahwa tim BGN Jawa Timur bersama Korwil Sidoarjo telah melakukan investigasi awal. Tim dari BGN pusat juga diterjunkan ke lokasi untuk menentukan sanksi lanjutan, sekaligus mengevaluasi kelayakan dapur serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Terkait pemicu keracunan, BGN masih melakukan uji laboratorium terhadap menu MBG yang dibagikan, yang terdiri dari nasi, telur orak-arik bumbu bali, tumis sayur buncis, dan tempe bumbu bali. Teguh juga membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya belatung pada makanan tersebut. “Itu tidak ada. Tidak benar. Tidak benar yang itu,” tegas Teguh.

Dapur SPPG Kalitengah sendiri beroperasi sejak April 2026 dan memproduksi sekitar 2.800 porsi makanan setiap hari untuk 19 sekolah, termasuk memasok 1.000 porsi ke Ponpes Manbaul Hikam.

Terpisah, Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menimpa ratusan korban. Ia mengaku proses pengolahan hingga pengiriman telah dilakukan sesuai tenggat waktu. “Mohon maaf ya, saya menyesal,” ujar Rafli.

Baca Juga:  Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Ia memaparkan bahwa proses memasak dimulai pukul 05.30 WIB dan makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah pada pukul 11.00 WIB, dengan daya tahan sekitar empat jam. Menurutnya, makanan juga telah melewati uji rasa oleh pihak sekolah sebelum dibagikan.

“Nah setelah saya tanyai, katanya aman, enggak ada masalah dimakanan itu, tetapi kenapa kok keracunan lah itu yang saya bingung,” tuturnya.

Saat ini, BGN berkoordinasi dengan Forkopimda Sidoarjo untuk memperketat pengawasan seluruh dapur penyedia MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pos terkait