
Jakarta, (DOC) – Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengamankan nasib para peternak skala menengah dan UMKM di tengah ancaman penurunan produksi akibat musim kemarau. Lewat Kementerian Koordinator Bidang Pangan, pemerintah resmi menambah guyuran pasokan jagung pakan sebanyak 150 ribu ton hingga Desember 2026.
Langkah darurat ini menyusul capaian positif penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog yang terus digenjot. Hingga pertengahan September 2026, Bulog mencatat telah mengucurkan 159,3 ribu ton atau setara 66,05 persen dari target awal tahun sebesar 241,2 ribu ton.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa respons tinggi dari para peternak menunjukkan betapa krusialnya intervensi harga pakan saat ini. Dengan realisasi harian menyentuh 259,65 ton, Bulog optimistis sisa target reguler sebesar 81,9 ribu ton dapat tuntas diserap sebelum akhir tahun.
“Realisasi pembelian oleh koperasi peternak telah mencapai 159.318.150 kilogram. Ketersediaan jagung pakan dengan harga terjangkau bukan cuma soal membela peternak, tapi menjaga keberlanjutan seluruh rantai pangan nasional dari hulu ke hilir,” tegas Rizal, Selasa (15/9/2026).
Keputusan penambahan kuota 150 ribu ton tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah yang dipimpin Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada 7 September lalu.
Bulog memastikan kesiapan stok dan akan memperketat koordinasi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, serta koperasi agar pasokan tambahan ini bisa langsung sampai ke tangan peternak yang membutuhkan.





