
Surabaya, (DOC) – Masyarakat Surabaya tak perlu khawatir kesulitan mendapatkan beras dan minyak goreng. Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya terus memperkuat penyaluran pangan ke sejumlah pasar dan titik distribusi untuk menjaga ketersediaan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Hingga saat ini, Bulog Kantor Cabang Surabaya telah menyalurkan 12.589 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain beras, penyaluran minyak goreng Minyakita juga telah mencapai 1.045.488 liter di wilayah Surabaya.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Kanca Surabaya, Nur Fuad Indra Mitra, mengatakan penyaluran tersebut dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan pangan sekaligus mendukung pengendalian harga di tingkat konsumen.
“Untuk beras SPHP saat ini disalurkan kepada masyarakat dengan harga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram atau setara Rp12.000 per kilogram. Sementara minyak goreng disalurkan dengan harga Rp15.700 per liter,” kata Nur Fuad di Surabaya, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, Bulog tidak hanya menyalurkan komoditas pangan, tetapi juga melakukan pemantauan langsung ke pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stok tersedia dan harga tetap berada dalam batas yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami melakukan monitoring dan pengecekan stok komoditas pangan di pasar, termasuk beras SPHP dan minyak goreng. Dari hasil pemantauan, stok tersedia dan harga komoditas pangan masih berada di bawah HET yang ditetapkan,” ujarnya.
Nur Fuad mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras SPHP maupun minyak goreng. Bulog secara berkala menjadwalkan dropping atau penyaluran komoditas ke sejumlah pasar dan titik distribusi.
Penyaluran tidak hanya menyasar wilayah Surabaya, tetapi juga dilakukan ke Pasar Larangan di Kabupaten Sidoarjo serta sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Sampai dengan saat ini kami secara rutin menjadwalkan droppingberas SPHP dan minyak goreng di wilayah Surabaya, Pasar Larangan Kabupaten Sidoarjo, dan wilayah Kabupaten Gresik,” tuturnya.
Ia menegaskan pola distribusi tersebut akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan kebutuhan masyarakat di lapangan. “Kami akan terus memastikan pasokan tersedia sehingga masyarakat dapat memperoleh komoditas pangan dengan harga yang terjangkau,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu, mengatakan upaya menjaga stabilitas pangan dilakukan secara menyeluruh melalui seluruh kantor cabang Bulog di Jawa Timur.
Menurut dia, penyaluran pangan berjalan beriringan dengan pemantauan harga dan ketersediaan stok di pasar. Dengan begitu, potensi gangguan pasokan maupun perubahan harga dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
“Bulog di seluruh Jawa Timur melalui kantor cabang yang ada terus melakukan penyaluran komoditas pangan, sekaligus memantau dan memonitor perkembangan harga maupun ketersediaan stok di pasar,” kata Langgeng.
Dalam pelaksanaannya, Bulog juga berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar, stok pangan tetap tersedia, dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
Bagi masyarakat, keberadaan pasokan yang terjaga bukan sekadar persoalan angka distribusi. Ketersediaan beras dan minyak goreng di pasar menjadi bagian penting dari kebutuhan sehari-hari, terutama untuk menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali. Karena itu, Bulog memastikan penyaluran akan terus dilakukan secara berkala agar kebutuhan pangan masyarakat di Surabaya dan daerah sekitarnya tetap terlayani.





