DPRD Surabaya Dorong Renovasi dan Inovasi Paket Wisata Mangrove Wonorejo

DPRD Surabaya Dorong Renovasi dan Inovasi Paket Wisata Mangrove Wonorejo
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Michael Leksodimulyo. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Penurunan daya tarik wisata Mangrove Wonorejo menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Hal tersebut, tidak lepas dari minimnya pembenahan sejumlah fasilitas dan jalur wisata yang dinilai mulai membutuhkan perawatan.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Michael Leksodimulyo, menilai kawasan Mangrove Wonorejo belum memaksimalkan potensi yang dimiliki, sebab sejumlah fasilitas masih membutuhkan renovasi dan dukungan anggaran.

Bacaan Lainnya

“Memang ada rencana yang akan dibuat untuk guesthouse, tetapi kita bisa melihat, guesthouse di sana siapa yang mau tinggal. Nyamuknya banyak kalau sore. Jadi perlu pemugaran, dan pemugaran itu membutuhkan dana yang tidak sedikit,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Michael, pengembangan Mangrove Wonorejo seharusnya dilakukan secara bertahap. Salah satu konsep yang dapat dikembangkan adalah menjadikan area parkir awal sebagai guesthouse yang sekaligus menjadi daya tarik awal bagi wisatawan.

“Kami juga mendorong adanya pengembangan wisata menggunakan kapal-kapal kecil yang dapat membawa wisatawan menyusuri kawasan mangrove hingga terhubung dengan Mangrove Gunung Anyar,” usulnya.

Michael menilai konsep tersebut dapat menjadi wisata mangrove terpadu. Di Mangrove Gunung Anyar, wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga dapat melihat kawasan konservasi burung yang dilindungi serta mengikuti kegiatan edukasi seperti pembuatan kompos.

Karena itu, ia meminta Pemkot Surabaya memberikan perhatian lebih terhadap revitalisasi Mangrove Wonorejo yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata alam Kota Surabaya.

“Ini sangat bagus, tetapi Mangrove Wonorejo harus kita renovasi kembali. Pemerintah kota harus memberikan fokus perhatian ke proyek itu, sehingga wisata mangrove yang menjadi kebanggaan Kota Surabaya ini bisa dikembangkan dengan baik,” tegasnya.

Salah satu fasilitas yang menurutnya mendesak diperbaiki adalah jalur kayu yang menjadi akses wisatawan. Beberapa bagian jalur tersebut dinilai sudah mengalami kerusakan sehingga berpotensi membahayakan pengunjung.

“Jalan kayu itu beberapa bagian kalau kita tidak hati-hati bisa rapuh dan bisa terperosok. Kemudian perlindungan untuk wisatawan juga harus diperhatikan,” jelas Michael.

Baca Juga:  Wali Kota Ingin Wujudkan Surabaya Jadi Kota Peradaban

Selain infrastruktur, Michael juga menyoroti sistem tarif bagi wisatawan. Ia berharap tidak terjadi kesenjangan tarif yang terlalu besar antara wisatawan domestik dan wisatawan asing karena hal tersebut dapat memengaruhi daya tarik wisata.

Menurutnya, pengelola perlu melakukan evaluasi terhadap berbagai pungutan, seperti iuran, karcis maupun biaya tambahan untuk aktivitas fotografi.

“Jangan terlalu besar perbedaannya antara wisatawan domestik dan wisatawan asing, terutama soal tarif,” ujarnya.

Michael juga mengusulkan agar pengelolaan tarif dibuat dalam bentuk paket wisata. Dengan demikian, wisatawan tidak harus membayar berulang kali ketika menggunakan sejumlah spot atau fasilitas yang berada dalam satu kawasan.

“Mulai masuk itu sudah ada Paket A, Paket B, Paket C. Jangan satu-satu. Kalau ada spot untuk fotografi, kemudian diminta bayar lagi. Foto di pinggir mangrove bayar lagi. Lebih baik dibuat paket,” katanya.

Konsep tersebut, lanjut Michael, dapat mencontoh sistem pengelolaan destinasi wisata seperti Jatim Park, di mana wisatawan dapat menikmati berbagai wahana dalam satu kawasan melalui pilihan paket yang telah ditentukan.

Ia berharap pengembangan Mangrove Wonorejo tidak berhenti pada pembenahan fasilitas yang ada, tetapi juga mampu menghubungkan kawasan tersebut dengan Mangrove Gunung Anyar sebagai satu destinasi wisata mangrove yang lebih besar.

“Kalau saya inginkan, Mangrove Wonorejo sampai ke Mangrove Gunung Anyar kita bisa merasakan nikmatnya wisata mangrove itu sendiri. Mangrove Wonorejo sebenarnya punya eksotik di dalam pemandangannya, sangat bagus sekali,” pungkasnya.

Pos terkait