Pemkot Surabaya Dorong Dana Rp5 Juta per RW Jadi Modal Usaha Gen Z

Pemkot Surabaya Dorong Dana Rp5 Juta per RW Jadi Modal Usaha Gen Z
Ilustrasi Wali Kota Eri saat melakukan pertemuan dengan para pemuda di Balai RW. (Foto: Dinkominfo Surabaya)

Surabaya, (DOC)Pemkot Surabaya mendorong pemanfaatan anggaran Rp5 juta per bulan di tingkat Rukun Warga (RW) agar difokuskan sebagai modal usaha produktif bagi Generasi Z (Gen Z). Langkah ini diambil untuk menggeser penggunaan dana dari kegiatan yang bersifat seremonial atau kepanitiaan menjadi program berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa program ini masih dalam tahap pembelajaran awal, sehingga perencanaan matang dan perubahan pola pikir (mindset) Gen Z sangat diperlukan.

Bacaan Lainnya

“Uang yang diberikan bukan hanya untuk kegiatan seremonial atau kepanitiaan. Kita dorong agar dana ini betul-betul dimanfaatkan menjadi modal yang menggerakkan ekonomi dan memberikan penghasilan berkelanjutan bagi pemuda,” ujar Wali Kota Eri, Sabtu (12/9/2026).

Untuk mendukung kemandirian ekonomi Gen Z di tiap RW, Pemkot Surabaya mulai menjajaki potensi kemitraan dengan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Salah satu peluang konkret yang tengah dimatangkan adalah pengelolaan bisnis laundry berstandar industri.

“Sudah ada pembicaraan dengan sektor Horeka bersama teman-teman Gen Z di beberapa kecamatan. Peluangnya bisa memegang laundry atau sektor pendukung lain. Anak-anak muda ini tinggal mengalokasikan modal untuk membeli peralatan yang sesuai standar Horeka,” jelas Cak Eri, sapaan akrabnya.

Meski alokasi anggaran Rp5 juta per bulan siap digulirkan ke tingkat RW, Cak Eri menggarisbawahi bahwa setiap kelompok Gen Z yang mengajukan dana wajib menyusun rencana bisnis dan metode kerja yang terukur.

Pemkot Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya berkomitmen mendampingi proses pelaksanaan agar program berjalan tepat sasaran di seluruh kelurahan dan kecamatan.

“Mereka harus punya rencana kerja dan simulasi bisnis yang jelas. Dengan begitu, usaha yang dijalankan benar-benar menghasilkan pendapatan, bukan sekadar membagikan honor kepanitiaan,” pungkasnya.

Pos terkait