UNAIR Hadirkan Gerai Edukasi Keuangan Digital, Mahasiswa Belajar Lindungi Data dan Kenali Penipuan

Perwakilan Bank Indonesia, BRI, UNAIR, dan mahasiswa berfoto bersama saat peresmian Gerai CERDAS PeKA di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya.Surabaya, (DOC) – Mahasiswa perlu memahami keamanan transaksi digital. Mereka tidak cukup hanya bisa menggunakan layanan pembayaran. Mahasiswa juga perlu mengenali risiko, menjaga data pribadi, dan memahami cara mengadukan masalah transaksi.

Untuk mendukung edukasi tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan Gerai CERDAS PeKA. Fasilitas ini menyediakan ruang edukasi, diskusi, dan konsultasi mengenai perlindungan konsumen jasa keuangan.

Bacaan Lainnya

CERDAS PeKA merupakan singkatan dari Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia – Peduli, Kenali, Adukan. Gerai ini menjadi bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK).

Bank Indonesia menginisiasi gerakan tersebut melalui kolaborasi dengan UNAIR dan Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut mendukungnya melalui program BRI Peduli.

Gerai ini di harapkan membantu sivitas akademika memahami keamanan transaksi, karakteristik produk keuangan, serta hak dan kewajiban konsumen.

Mahasiswa Perlu Mengenali Risiko Transaksi Digital

Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. mengatakan, perkembangan transaksi digital menuntut generasi muda meningkatkan pemahaman tentang keamanan keuangan.

“Bagi BRI, kehadiran Gerai CERDAS PeKA pada hari ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan hanya karena kita meresmikan sebuah fasilitas baru, tetapi karena kita sedang membangun sebuah ruang belajar, ruang diskusi, sekaligus ruang perlindungan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekosistem keuangan dan transaksi digital yang semakin dinamis,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Mahasiswa perlu memahami ketentuan layanan keuangan. Mereka juga harus menjaga kerahasiaan data pribadi, memeriksa riwayat transaksi, dan mengenali potensi penyalahgunaan informasi.

Pengetahuan ini membantu mahasiswa mengambil keputusan keuangan secara cermat. Mereka juga perlu mengetahui langkah yang tepat saat menghadapi transaksi bermasalah atau dugaan penipuan.

Peduli, Kenali, Adukan Jadi Bekal Konsumen

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 12 Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra menjelaskan tiga pendekatan utama Gerai CERDAS PeKA. Ketiganya meliputi Peduli, Kenali, dan Adukan.

Baca Juga:  Kabar Baik, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp 7.082 Triliun

Melalui pendekatan Peduli, konsumen belajar menjaga data pribadi dan keamanan transaksi. Pendekatan Kenali mengajak masyarakat memahami karakteristik produk keuangan beserta risikonya. Sementara itu, Adukan membantu konsumen mengenali saluran pengaduan yang tepat ketika menghadapi masalah.

Reza berharap mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengelola kampus, dan organisasi kemahasiswaan memanfaatkan gerai tersebut. Mereka dapat mengikuti edukasi, berdiskusi, serta berkonsultasi mengenai layanan keuangan dan perlindungan konsumen.

“Kolaborasi ini mempertemukan regulator, industri perbankan, asosiasi, dan institusi pendidikan dalam satu tujuan yang sama: membangun generasi muda yang semakin cakap, kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan digital,” katanya.

Kampus Perluas Edukasi Perlindungan Konsumen

Peresmian Gerai CERDAS PeKA turut dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta. Hadir pula Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan dan Komunikasi Ahmad Solichin Lutfiyanto, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., Senior Executive Vice President (SEVP) Institutional Business BRI Suyitno, serta RCEO BRI Region 12 Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra.

Kolaborasi regulator, perguruan tinggi, asosiasi, dan industri keuangan dapat memperluas edukasi perlindungan konsumen. Kampus memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan bertransaksi secara aman dan bertanggung jawab.

Melalui gerai ini, mahasiswa di harapkan mampu memahami manfaat sekaligus risiko teknologi keuangan. Mereka juga perlu mengetahui langkah yang harus di tempuh ketika menghadapi persoalan transaksi.

Edukasi tersebut dapat menjadi bekal praktis bagi mahasiswa. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat lebih mandiri, kritis, dan cermat dalam mengelola keuangan sehari-hari. (r7)

Pos terkait