6 Calon Dirut PDPS Miliki Nilai Rendah, Wali Kota Minta Seleksi Diulang


Surabaya,(DOC) – Enam calon direktur utama(Dirut) Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) yang lolos seleksi Badan Pengawas PDPS dan tim penguji, di tolak oleh Wali kota Surabaya Tri Rismaharini.
Alasan Wali Kota menolak, karena ke enam calon Dirut PDPS tersebut nilainya di bawah standart yang ditentukan.
“Saya sudah mengecek sendiri nilai test masing-masing calon. Pertama saya diberikan nilai total. Tapi saya ngotot minta rinciannya. Ternyata setelah tak lihat kok gitu, nilainya jelek semua,” tegas Tri Rismaharini di ruang kerjanya, Kamis(3/8/2017).
Saat ini, menurut Wali kota, panitia seleksi (pansel) diminta melakukan rekruitmen ulang dari awal. Harapannya bisa menjaring calon direksi yang kapabel dan mumpuni.
“6 orang yang saya tolak ini boleh ikut lagi. Kalau mampu ya kenapa tidak?. Seleksi direksi PDAM dulu juga begitu. Kami mencari sosok tidak hanya mementingkan faktor teknis saja. Kami cari orang pinter tapi juga memiliki attitude yang baik,” tambahnya.
Ia menambahkan, setelah dirinya tak lagi menjabat sebagai Wali kota nanti, dirinya ingin meninggalkan pekerjaan rumah (PR) yang baik. Untuk itu, seleksi direksi PDPS harus serius mencari figur yang memiliki kemampuan baik .
Seperti pemberitaan sebelumnya, 6 calon Dirut PDPS yang lolos seleksi dan ditolak Wali kota yaitu Agus Santoso, Dwi Hary Soeryadi, Anang Choirul, Ibrahim Wairoy, Mikael Bambang Parikesit, dan Muhammad Sunar.
Seleksi ulang Direksi PDPS rekomendasi Wali kota ini, mendapat dukungan dari kalangan DPRD kota Surabaya.
“Kalau diibaratkan orang sakit, PDPS itu sudah sakit akut. Harus ada dokter yang tahu cara mengobatinya sehingga sembuh. Mencari figur yang memiliki kemampuan lebih tersebut harus dilakukan secara hati hati. Kami bisa memahami langkah Walikota,” pungkas Mazlan Mansur, Ketua Komisi B DPRD kota Surabaya, saat dihubungi terpisah.(rob)