
Surabaya,(DOC) – Semburan lumpur di perumahan Kutisari Indah Utara III nomor 19 bisa jadi masuk dalam kategori berbahaya. Sebab, kualitas udara di sekitar lokasi kejadian ada peningkatan.
Ini diketahui dari pengecekan kualitas udara yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Surabaya. Pasca mendapat laporan adanya semburan lumpur, tim DLH diturunkan. Hasilnya, ada peningkatan suhu udara.
“SO2 nya (Sulfur Dioksida) di atas rata-rata, melebihi batas mutu,” ujar Kepala DLH Eko Agus Supiadi Sapoetro, Senin(23/9/2019) malam.
Ia menyebut batas normal SO2 adalah 900 mikrogram per meter kubik. Namun dari pengukuran yang dilakukan dengan alat gas monitoring kit, kadar SO2-nya mencapai 1.396,36.
“Hasil pengecekan sementara tadi juga mengandung belerang,” terusnya.
Lebih detil ia menyebutkan pihaknya melakukan beberapa pengecekan. Selain SO2, DLH juga mengukur Nitogen Dioksida (NO), ozon permukaan (O3), dan Karbon Monoksida (CO). Hasilnya, NO hasilnya 0,0 mikrogram per meter kubik, O3 hasilnya 67,86 serta CO-nya 2.165,1. Sementara temperatur 27,9 derajat.
Mengenai tindakan selanjutnya, Eko Agus menyatakan pihaknya menunggu tim Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Jatim untuk turun ke lokasi. Dikatakan, DLH sudah berkoordinasi dengan ESDM dan dijadwalkan tim ESDM akan turun ke lokasi kejadian besok pagi.
“Yang lebih tahu kan mereka (ESDM). Jadi kita menunggu mereka mengenai langkah apa yang perlu kita dilakukan,” pungkasnya.(robby)
