
Surabaya,(DOC) – Kuatir tak muat menampung luapan lumpur yang menyembur di halaman salah satu rumah mess di perumahan Kutisari Indah Utara III no 19, petugas BPB Linmas mulai memperlebar kolam penampungan lumpur.
“Diperbesar 2 x 1 meter menyamping. Biar petugas pengambil lumpur biar bisa istirahat sebentar,” kata Ainul seorang petugas BPB Limnas Kota Surabaya dilokasi kejadian, Senin (23/9/2019) malam.
Lumpur yang sebagian telah di kantongi dalam karung juga mulai diangkuti oleh petugas PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya.
Petugas juga menyiagakan sebuah truck untuk mengangkut lumpur dari halaman rumah mess yang sudah mulai dikosongi ini.
Semburan lumpur dikawasan Kutisari ini ternyata sudah pernah terjadi sebelumnya.
Menurut keterangan Safi’i salah satu warga, selama 20 tahun ia tinggal di wilayah sini, sudah terjadi 5 kali semburan lumpur di tempat yang berbeda.
Bahkan dulu warga pernah melakukan aktifitas penambangan lumpur yang mengandung minyak secara konvensional.
“Seingat saya sudah lima titik. Termasuk yang baru ini. Saya sudah melihatnya di empat titik,” kata Safi’i.
Ia menambahkan, perkiraan kedalaman lumpur yang mengandung minyak mentah itu sekitar 2 meteran. Jika semakin digali, lanjut dia, maka akan ditemukan pipa.
“Paling kedalaman pipanya dua meter. Ini saluran pipa penambang minyak bekas zaman Belanda dulu,” katanya.
Munculnya lumpur yang mengandung minyak ini, biasanya digunakan warga untuk pelapis kayu agar tak makan rayap.
“Dulu dimanfaatkan warga untuk melapisi kayu yang akan digunakan,” pungkasnya.(robby)



