
Surabaya,(DOC) – Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 727 dirayakan dengan cukup sederhana dilokasi Dapur Umum Penanganan Covid-19, Taman Surya halaman Balai Kota, Minggu(31/5/2020) pagi.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini hanya menandai peringatan HJKS dengan prosesi potong tumpeng yang disaksikan oleh jajarannya di lingkungan Pemkot Surabaya. Pemandangan ini, memang sangat berbeda dengan peringatan HJKS dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perayaan ceremonial hingga acara hiburan rakyat tak diselenggerakan sama sekali, karena bertepatan dengan masa pandemi Covid-19.
Meskipun peringatan HJKS ke-727 tahun 2020 ini, merupakan moment terakhir pengabdian Wali Kota Tri Rismaharini memimpin kota Surabaya yang telah menjabat selama dua periode.
Disela acara prosesi potong tumpeng, Wali Kota Risma memberikan motivasi ke para stafnya untuk selalu bekerja keras demi pembangunan Kota Surabaya.
Dalam posisi berdiri, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf-staf yang ada di Dapur Umum itu mendengarkan dengan baik arahan dan motivasi yang disampaikan Wali Kota Risma itu.
Wali Kota Risma yang berakhir masa jabatnnya hingga Maret 2021 mendatang, juga menyampaikan pesan bahwa saat kondisi sekarang ini, sehat menjadi hal yang paling luar biasa dan karunia Tuhan yang patut disyukuri. Untuk itu HJKS tahun ini dirayakan sesederhana mungkin.
Menurut dia, setiap tahun HJKS selalu di peringati dengan upacara dan berbagai perayaan. Namun kali ini tidak, karena untuk menghormati perjuangan tenaga medis dalam menyembuhkan pasien Covid-19, sekaligus ungkapan rasa keprihatinan bagi warga Surabaya yang masih banyak berbaring di rumah sakit.
“Jadi, mari kita rayakan ini dengan sederhana. Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saat ini masih suasana syawal juga. Ini mungkin perayaan Hari Jadi Kota Surabaya yang terakhir bagi saya, karena tahun depan saya harus meninggalkan balai kota, karena itu saya mohon maaf kalau mungkin ada perkataan dan perilaku saya yang kurang berkenan di hati teman-teman sekalian,” kata Wali Kota Risma.

Presiden UCLG ASPAC ini juga menyampaikan bahwa sebuah kota atau daerah itu bisa berhasil atau tidak tergantung pada jajaran pemerintahannya. Tidak mungkin kota itu langsung serta merta berhasil tanpa ada upaya dan desain dari pengelola kotanya. “Jadi, di tangan teman-teman-lah kota ini akan menjadi seperti apa, kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka akan menjadi sebuah kota yang luar biasa. Kita harus maju terus dan menjadi besar,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh jajaran Pemkot Surabaya untuk selalu bergerak, berpikir dan jangan berhenti memajukan pembangunan Kota Surabaya. Sebab, hal itu akan sangat berpengaruh pada masa depan anak cucu warga Surabaya. Ia berharap anak cucu Surabaya tidak hanya menjadi penonton di kotanya sendiri kelak.
“Saya minta tolong yang ada di Pemkot Surabaya untuk terus bergerak, berpikir dan berpikir terus jangan sampai berhenti. Ayo kita terus majukan kota tercinta ini. Kalau kota ini maju, maka anak cucu kita akan survive di kotanya sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, maju itu bukan hanya kotanya terbebas dari banjir dan indah, tapi maju itu manusianya juga harus diajak untuk seiring dengan pembangunan kotanya. Ia juga sempat mencontohkan ketika awal-awal menjadi Wali Kota Surabaya, banjir di mana-mana dan bahkan hingga tiga hari tidak tidur untuk menyelesaikan banjir tersebut, sehingga ada salah satu staf yang mengatakan bahwa banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari luar Kota Surabaya.
“Saya ingat betul omong staf itu. Saya sampaikan kepada dia bahwa Gusti Allah sudah menciptakan Surabaya berada di tepi pantai di ujung Jawa Timur, itu sudah pemberian Tuhan. Dampaknya apa? Ya kita harus selesaikan banjir itu, hingga sekarang sudah tidak ada lagi banjir kiriman itu. Jadi artinya, kita bisa merubah itu,” tegasnya.
Oleh karena itu, berkali-kali Wali Kota Risma mengajak kepada jajarannya itu untuk terus bergerak dan melangkah untuk terus memajukan Kota Surabaya. “Ayo setiap individu harus bergerak untuk memajukan Surabaya, karena kita harus berjuang demi anak-anak kita semua,” imbuhnya.
Ia menambahkan, apabila berhasil membantu atau menolong orang, dan orang tersebut berhasil membantu banyak orang, maka ada kenangan yang bisa ditinggalkan nanti. Apalagi kalau membuat sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi banyak orang, maka tentu akan dikenang.
“Oleh karena itu, ayo teman-teman semuanya, buat diri kita lebih baik dari hari kemarin. Kalau hari ini sama dengan hari kemarin, dan hari esok sama dengan hari ini, kita tidak dapat apa-apa sebagai manusia. Mungkin yang merasakan hasilnya itu bukan diri kita sendiri, tapi anak-anak dan cucu-cucu kita kelak,” imbuhnya.
Setelah menggelar potong tumpeng, Wali Kota Risma langsung menggelar live streaming di media sosial sembari menyampaikan pidato sambutannya di momen HJKS ke 727 ini.(robby/hm)





