
Surabaya,(DOC) – KH Zahrul Azhar Asumta As’ad atau Gus Hans bergerak cepat untuk bisa mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota ( bacawawali) ke DPP PDI-P. Mengingat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri akan mengumumkan rekomendasi tahap IV, Senin (24/8/2020).
Pasca bertemu Wakil Ketua Bidang Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDI-P Jatim, Deni Wicaksono, Jumat (21/8/2020) malam sekitar pukul 19.00, Gus Hans pergi ke Batu untuk mengambil surat pengantar pendaftaran ke DPP.
Usai menerima surat pengantar dari Ketua DPD PDI-P Jatim, Kusnadi, Gus Hans yang tak ingin kehilangan banyak waktu langsung ke pergi Jakarta lewat perjalanan darat.
“Bismilah… saya ke Jakarta lewat perjalanan darat mas untuk mengejar pendaftaran ke DPP PDI-P,” ujar Gus Hans ketika dikonfirmasi Sabtu (22/8/2020) siang.
Gus Hans sebelumnya mengaku tidak tahu jika pendaftaran di DPD PDI-P Jatim sudah ditutup. Namun peluang Gus Hans untuk mendaftar saat injury time belum tertutup selama DPP belum mengeluarkan rekom kepada paslon kepala daerah, “Untuk mekanismenya DPP yang akan mengatur semua, ” ungkap mantan juru bicara Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jatim 2018.
Soal keseriusannya mendaftarkan diri sebagai bacawawali dari PDI-P, Gus Hans menegaskan, jika dirinya sudah melakukan berbagai proses politik dan diketahui masyarakat. Di antaranya, silaturahmi dan safari politik ke berbagai parpol.
“Dinamika politik di Surabaya sangat menarik dan masyarakat Surabaya sudah siap untuk menerima dinamika tersebut,” tandas dia.
Soal peluangnya mendapat rekom? Gus Hans yang konon mendapat dukungan dari La Nyalla Mattalitti menegaskan, dirinya tak mau mengatakan merasa peluang terbuka di DPP, Justru nanti keluarnya klaim.” Ya kita lihat saja perkembangannya. Yang jelas kita sudah berikhtiar bagaimana caranya Pilkada Surabaya nanti harus ada kader Nahdliyin (NU) yang ikut berkontestasi. Sebab bacawali dan bacawawali yang diusung banyak dari parpol, ” pungkas dia.
Sementara Ketua DPD PDI-P Jatim, Kusnadi mengatakan, jika PDI-P memang punya atensi khusus pada Pilkada Surabaya 2020.
Menurut dia, DPP memberikan arahan kepada DPD PDI-P Jatim untuk memberi surat pengantar agar Gus Hans bisa mendaftar ke DPP.
“Ya, perintah itu kami jalankan. Dan pendaftaran yang dilakukan Gus Hans tetap bisa disahkan, ” tandas dia seraya menambahkan PDI-P akan mematangkan rekomendasi dukungan untuk seluruh Pilkada se-Indonesia, Senin (24/8/2020).
Menurut dia, mekanismenya saat ini masih jalan. Yang jelas, yang menentukan semua nama yang diusung adalah tetap kewenangan DPP. “Jika toh Gus Hans diterima bisa menjadi calon wakil wali kota PDI-P. Nanti akan dipasangkan dengan calon wali kota yang akan ditetapkan DPP, “ungkap dia.
Besar kemungkinan Gus Hans berpasangan dengan calon wali kota yang telah lebih dulu mendaftar. Untuk Pilkada Surabaya kader PDI-P yang telah mendaftar ada Whisnu Sakti Buana, Eri Cahyadi, Dyah Katarina, Armuji, Edy Tarmidi dan lain-lain.(dhi)





