Juli Pembelajaran Tatap Muka, Politisi Gerindra Ingkatkan Disdik Surabaya Awasi Ketat Siswa

Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya berencana menggelar sekolah tatap muka pada Juli 2021 mendatang. Hal ini mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat.

Meski demikian, Komisi B DPRD Kota Surabaya mengingatkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya agar ada pengawasan ketat terhadap anak-anak pada saat masuk sekolah tatap muka nanti. “Jadi tidak hanya menerapkan protokol kesehatan (prokes), tapi juga harus ada yang mengawasi secara ketat,” ujar Wakil Ketua Pansus LKPJ Wali Kota TA 2020, Luthfiyah, Senin (12/4/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, Pemkot Surabaya harus mulai merancang, mengingat anak-anak sekolah yang masih kecil belum mengerti apa itu protokol kesehatan. “Meski pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan, tapi kalau ketemu temannya pasti akan bermain sepak bola dan lain-lain untuk melepas kangen. Apalagi sudah setahun lebih mereka tidak bertemu akibat pandemi Covid-19,” ungkap politisi perempuan Partai Gerindra Surabaya ini.

Untuk itu, dia berpesan, perlu ada pengawasan baik di dalam maupun di luar sekolah. Kalau di dalam kelas kan ada gurunya, tetapi pada saat istirahat sekolah otomatis tidak ada pengawasan. “Pesan saya ketika istrirahat sekolah itu harus ada pengawasan,” tutur Luthfiyah.

Sementara Kepala Disdik Surabaya Supomo mengaku telah melakukan persiapan sekolah tatap muka dengan memberikan vaksinasi kepada tenaga pengajar. “Model sekolah seperti apa, kita ikut aturan Pemerintah Pusat,” terang dia.

Di sisi lain, Supomo mengaku sudah membuat petunjuk teknis resmi penerapan prokes di lingkungan sekolah. “Nanti, kalau akan menuju pembukaan sekolah, maka kita akan simulasikan,” tandas dia.

Nantinya, pembukaan sekolah tatap muka akan dibuka bersamaan untuk jenjang SD, SMP, di Kota Surabaya dengan batasan kapasitas 50 hingga 70 persen. (dhi)