D-ONENEWS.COM

Tinjau Pelosok Terdampak Gempa di Lumajang, Gubernur Khofifah Naik Motor

Lumajang, (DOC)- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi lokasi terdampak gempa di Kabupaten Lumajang, Senin (12/4/2021).

Guberbur Khofifah didampingi Bupati bersama Forkompimda mengunjungi lokasi rumah warga terdampak gempa di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari.

Untuk menuju Dusun Iburaja, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Gubernur Khofifah mengendarai sepeda motor bersama unsur Forkopimda Lumajang.

Lantaram lokasinya ada di pelosok dan tidak bisa dilintasi dengan kendaraan karena jalan yang ditempuh sulit dijangkau dengan menggunakan mobil.

Tiba di Dusun Iburaja, Gubernur bersama rombongan meninjau beberapa rumah penduduk yang rusak akibat gempa.

Bahkan, Gubernur juga menyempatkan diri menikmati nasi bungkus bersama warga terdampak.

“Saya melihat langsung banyak rumah-rumah yang rusak dan faslilas umum yang rusak,” Ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Khofifah meminta, berbagai pihak bersinergi untuk segera melakukan percepatan penanganan dampak gempa termasuk recovery dan rekonstruksi untuk penanganan pasca gempa.

“Saya mohon semua membangun sinergitas untuk melakukan percepatan penangan tanggap darurat, proses recovery dan rekonstruksi. Saat ini adalah masa tanggap darurat. Setelah tanggap darurat akan dilanjutkan recovery selanjutnya rekonstruksi,” ungkap Gubernur.

Lebih lanjut dijelaskan Khofifah, untuk percepatan proses recovery dan rekonstruksi saat ini diperlukan langkah validasi yang cepat dan tepat untuk mengetahui berapa banyak rumah terdampak yang masuk dalam kategori ringan, sedang dan berat begitu pula fasum dan fasos.

Ia meminta agar data tersebut bisa diumumkan atau ditempel di balai desa atau tempat yang strategis, sehingga semua warga terdampak bisa memastikan datanya tercatat dengan benar.

“Format data ini akan kita pastikan lebih detail lagi dengan validasi data, yang dikordinasikan para bupati. Dan di lini paling bawah oleh kepala desa, babinsa bhabinkamtibmas dan relawan. Termasuk teman-teman media bisa mereport jika ada yang tertinggal dalam pendataan,” terangnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi munculnya cluster Covid-19 di pengungsian, Khofifah menyampaikan, bahwa pemerintah juga akan memberikan bantuan tunggu hunian, sebesar Rp. 500 ribu per bulan per rumah tangga.

Diharapkan warga yang terdampak bisa menyewa rumah apakah bersama keluarga atau bersama warg . Format ini akan dipastikan lebih detail kembali dengan melakukan validasi data.

“Bantuan tunggu hunian ini agar dimanfaatkan masyarakat, sembari menunggu proses rekonstruksi rumah mereka yang roboh atau mengalami kerusakan akibat gempa. Sehingga,  masyarakat tidak terus berada di pengungsian, karena meski Covid-19 ini telah melandai namun belum berhenti penyebarannya,” urai mantan Mensos RI ini.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyampaikan bahwa sampai saat ini data kerusakan akibat gempa di Kab. Lumajang yaitu sebanyak 1.270 rumah mengalami rusak berat dan rusak ringan.

Namun saat ini, fokus utamanya adalah memastikan semua kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dan ada tempat yang layak bagi mereka untuk beristirahat.

“Langkah-langkah prioritas diantaranya mengklasifikasi kecamatan yang terdampak paling parah dan menentukan mana-mana yang harus diselesaikan hari itu juga, membuat validasi rumah yang aman dan tidak aman, dan tahap pemulihan merencanakan pembangunan kembali rumah-rumah yang roboh,” jelas Cak Thoriq.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan banyak bantuan kepada Pemkab Lumajang. Di antaranya, 500 kg beras, 60 paket lauk pauk, 240 paket tambah gizi, 50 lembar terpal, 100 pcs selimut, 50 dus mie instan, 10.000 pcs masker kain, 200 paket sembako.

Selain itu juga diserahkan santunan sebesar Rp 10 juta untuk masing-masing ahli waris dari 5 orang yang meninggal dunia akibat musibah gempa ini.

Untuk Dusun Ibu Raja Desa Kaliuling, bantuan diberikan kepada Juwanto, H Nasar dan P Bunanggi. Sedangkan untuk di Desa Tempurejo bantuan diberikan kepada Ahmad Fadholi dan Sri Yani. (Imam)

Loading...