Lumajang,(DOC) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lumajang sudah memetakan wilayah rawan konflik dalam pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dilaksanakan 2 Desember 2021.
Kepala Bidang Kajian Masalah Strategis Bakesbangpol Lumajang, Setiawan mengatakan, menurut hasil survey awal untuk desa yang paling rawan konflik ada 11 desa.
Sebelas Desa paling rawan diantaranya, Desa Curahpetung, Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, Desa Sawaran Lor, Ranulogong, Kalidilem, Kecamatan Klakah, Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto.
Kemudian Desa Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Desa Mojo, Kecamatan Padang, dan Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit.
“Rawan karena indikator incumben yang naik, kondisi wilayah daerah Utara geoagrafis, dan rawan money politik, perlakuan tidak mengenakan, ancaman,” ujarnya.
Lanjut Setiawan, Desa rawan atau zona kuning ada 17 Desa yakni Bandaran, Tekung, Jatiroto, Kedungrejo, Yosowilangun Kidul, Petahunan, Jokarto, Pulo, Sumbermujur, Sidomulyo, Tamanayu, Jambekumbu, Jambearum, Pandansari, Kandangan, Padang dan Babakan.
“4 desa kurang rawan artinya aman ada 4 desa diantaranya Sruni, Kraton, Sombo dan Dadapan,” ujarnya.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan masyarakat tidak tergoda money politik serta provokasi, ujaran kebencian walaupun berbeda pilihan. hindari konflik dan menjaga persaudaraan supaya situasi wilayah aman dan kondusif.
“Untuk pengamanan Pemkab Lumajang dibantu Jajaran Polres Lumajamg serta didukung penuh oleh TNI dan instansi terkait Satpol PP dan Dishub,” terangnya.
Setiawan menambahkan, Untuk pelaksanaan Pilkades di kabupaten Lumajang ada 32 desa dari 15 kecamatan, kemudian ditambah Pemilihan Antar Waktu (PAW) Desa Gucialit
“Tapi untuk pemilihan PAW juga sama akan dilaksanakan tanggal 2 Desember besok,” pungkasnya. (Imam)





