
Jakarta,(DOC) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menerima kunjungan perwakilan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA), Mr. Hassan Mohtashami, di Jakarta pada Jumat (3/1). Pertemuan ini menjadi ajang diskusi awal untuk membangun kolaborasi dalam mendukung program prioritas kementerian, khususnya di bidang kesehatan reproduksi.
Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa Kemendikdasmen membuka diri untuk kerja sama yang sejalan dengan visi utama kementerian: Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Salah satu program kunci yang tengah di jalankan adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mengajarkan kebiasaan sehat dan positif sejak pagi.
“Melalui program ini, anak-anak di ajak memulai hari dengan olahraga, menyanyikan lagu kebangsaan, dan berdoa. Ini bagian dari pendekatan menyeluruh dalam membentuk karakter dan kesehatan siswa,” ujar Mu’ti.
Menanggapi fokus UNFPA terhadap kesehatan reproduksi, Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen juga telah menjalin kemitraan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam bidang yang sama.
Ia menyebut, isu kesehatan sudah menjadi bagian dari kurikulum nasional yang baru. Termasuk di dalamnya edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan seksual.
“Kami telah melakukan studi terkait kekerasan seksual dan bagaimana cara mencegahnya. Kami siap berbagi hasil studi ini dengan UNFPA untuk membuka peluang kerja sama ke depan,” jelasnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi terbangunnya kolaborasi antara Kemendikdasmen dan UNFPA. Utamanya, dalam memperkuat edukasi kesehatan reproduksi di satuan pendidikan dasar dan menengah. (r6)





