Pendidikan Aman Jadi Fokus Kemendikdasmen di 2025

Pendidikan Aman Jadi Fokus Kemendikdasmen di 2025
Pendidikan Aman Jadi Fokus Kemendikdasmen di 2025

Jakarta,(DOC) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menutup tahun 2024 dengan menggelar Taklimat Media Akhir Tahun sebagai bentuk akuntabilitas dan penyampaian arah kebijakan pendidikan tahun 2025. Di hadiri lebih dari 60 jurnalis nasional, taklimat ini menyoroti capaian strategis, termasuk langkah nyata dalam menangani kekerasan dan bullying di lingkungan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa menciptakan ruang belajar yang aman dan penuh kasih adalah prioritas utama.

Bacaan Lainnya

“Pendidikan bukan sekadar soal akademik. Ia harus di mulai dari rasa aman dan nyaman bagi anak-anak. Tidak ada tempat bagi kekerasan dalam dunia pendidikan,” ujar Mu’ti, Selasa (31/12).

Penanganan Kekerasan

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa Kemendikdasmen telah melatih lebih dari 1.264 guru kelas dan guru BK dalam dua bulan terakhir. Pelatihan ini fokus pada pencegahan kekerasan dan perlindungan terhadap anak di sekolah.

“Pelatihan ini tidak berhenti di kelas. Kami kembangkan melalui pendekatan komunitas dan kelompok kerja agar menjangkau lebih banyak guru secara efektif,” ujar Nunuk.

Di sisi struktural, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, memaparkan pembentukan 27 Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di tingkat provinsi, serta 448 Satgas di tingkat kabupaten/kota—mencakup 86% wilayah di Indonesia. Selain itu, lebih dari 406.000 satuan pendidikan kini telah memiliki tim penanganan kekerasan internal.

Menariknya, peningkatan jumlah laporan kasus kekerasan di nilai sebagai indikator positif. “Artinya, kesadaran dan keberanian masyarakat untuk melapor meningkat,” kata Suharti.

Kemendikdasmen juga menggandeng LSM, kepolisian, lembaga perlindungan anak, serta komunitas pendidikan dalam membangun mekanisme penanganan kekerasan yang lebih responsif.

Pendidikan Karakter Lewat Makan Bergizi Gratis

Selain soal keamanan, Kemendikdasmen juga mendorong pendidikan karakter lewat pendekatan yang sederhana namun berdampak besar: program makan bergizi gratis.

“Ini bukan sekadar soal gizi. Makan bersama melatih tanggung jawab, kedisiplinan, dan kebersamaan,” ujar Mu’ti.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Pastikan Tak Ada Anak yang Tertinggal Sekolah

Program ini menjadi bagian dari gerakan sekolah sehat yang menekankan keseimbangan antara keberhasilan akademik dan kesejahteraan fisik-mental siswa. Menu bergizi di harapkan mampu memperkuat kualitas belajar dan kesehatan anak dalam jangka panjang.

Taklimat ini menegaskan bahwa 2025 akan menjadi tahun untuk memperluas jangkauan pendidikan inklusif dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam sistem pendidikan nasional. Kemendikdasmen tidak hanya bicara soal kurikulum, tetapi juga ekosistem yang membuat anak merasa aman, sehat, dan di hargai.

Kolaborasi dengan orang tua, komunitas, dan pemerintah daerah terus di perkuat untuk mewujudkan cita-cita pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tapi juga membentuk karakter anak bangsa yang tangguh dan peduli sesama. (r6)

Pos terkait