Ahmad Hidayat: Terima Kasih Itu Ditanam, Bukan Hanya Diucapkan

Ahmad Hidayat: Terima Kasih Itu Ditanam, Bukan Hanya Diucapkan

Batu,(DOC) – Mengakhiri bulan Januari 2026, Kader PDI Perjuangan Ahmad Hidayat bersama sejumlah budayawan dan mahasiswa menggelar doa bersama serta menanam bibit pohon di kawasan sumber mata air di Bumiaji, Kota Batu. Lokasi ini di kenal sebagai titik nol Sungai Brantas, salah satu aliran penting yang menghidupi wilayah Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Acara ini bukan sekadar seremonial. Ada pesan kuat yang ingin di sampaikan, yakni pentingnya merawat alam sejak dari hulunya. Komunitas budaya Tunggak Jati Nusantara turut terlibat dalam kegiatan ini. Salah satu anggotanya, Handiyudha, menegaskan bahwa menjaga kelestarian bumi adalah langkah menuju kehidupan yang lebih damai.

“Selain berdoa dan bersyukur atas berkah Tuhan Yang Maha Kuasa, kita juga menanam pohon sebagai bentuk syukur dan tanggung jawab menjaga alam,” ungkap Handiyudha.

Ahmad Hidayat menambahkan bahwa manusia kerap lalai. Sumber daya alam terus di manfaatkan, namun pelestariannya sering di abaikan. Karena itu, ia berharap semakin banyak orang yang sadar dan terlibat dalam aksi nyata merawat bumi.

“Dari mata air kecil ini, muncul aliran sungai yang menghidupi sepertiga wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Bagi Ahmad, menanam pohon di sumber mata air bukan hanya soal lingkungan. Ini adalah bentuk rasa terima kasih kepada alam semesta. Ia mengajak masyarakat untuk kembali mengingat dan menghormati ‘sumber’ dalam kehidupan—baik secara ekologis maupun spiritual.

“Air dari sini begitu bersih dan jernih. Bahkan bisa langsung di minum karena mengandung mineral tinggi. Tapi saat mengalir ke hilir, berubah warna dan tercemar karena perilaku kita sendiri,” katanya.

Ia juga menyampaikan harapan agar Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi manusia dari bencana yang timbul akibat kerusakan lingkungan.

Sebagai catatan, kawasan sumber mata air ini bukan tempat wisata. Statusnya terbatas untuk menjaga kelestarian alam sekitar. Namun, kegiatan berbasis penelitian, doa, dan ritual adat tetap di perbolehkan dengan pengawasan. (r6)

Pos terkait