Surabaya, (DOC) – Menjelang digelarnya Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya yang dijadwalkan dalam waktu dekat, tidak banyak nama kandidat yang bakal maju sebagai Calon Ketua Tanfidziah PCNU Kota Surabaya.
Kabar yang berhembus, saat ini baru dua nama yang mencuat di kalangan nahdliyin (warga NU) Kota Surabaya yakni KH Muhibbin Zuhri atau incumbent Ketua PCNU Surabaya sebelumnya dan Masduki Toha (mantan anggota DPRD Surabaya/ Dewan Pembina GP Ansor Jatim 2015)
Persaingan bakal ramai, karena
belakangan mencuat nama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang digadang-gadanv untuk memegang tampuk pimpinan PCNU Surabaya pada konfercab mendatang.
Eri yang baru dilantik sebagai Wali kota Surabaya, Jumat (26/2/2021), dinilai layak memimpin PCNU dan menjadi solusi kebuntuan komunikasi dan sosok pemersatu pengurus dengan jam’iyah.
Ketua PC GP Ansor Surabaya, Faridz Afif mengaku mendukung penuh apabila Eri Cahyadi maju sebagai kandidat calon ketua PCNU Surabaya. ”Kalau benar, ini berita baik. Saya kira layak Pak Eri memimpin PCNU terlebih beliau sudah teruji kapabilitas dan kapasitasnya,” kata Gus Afif, pangilan Faridz Afif, Kamis (4/3/2021).
Seperti diketahui, pada kepengurusan PC GP Ansor sebelumnya, Eri Cahaydi duduk sebagai Dewan Penasihat GP Ansor Surabaya. Eri juga sudah mengikuti pendidikan kader. ”Jadi saya kira syarat administrasi sudah lengkap,” kata dia.
Lebih jauh, Gus Afif menambahkan, munculnya nama Eri Cahyadi menjadi angin segar bagi nahdliyin lantaran sosoknya dinilai mampu merangkul semua kalangan. Dia mencontohkan, pada Pilkada Surabaya Eri mampu mengorganisir semua kelompok untuk tidak bersinggungan. Eri juga dinilai cukup tawadhu pada ulama dan kiai. Sehingga kata dia, adab nahdliyinnya sudah cukup dimiliki dimana meski jabatan dan pangkat setinggi apapun tetap hormat pada ulama dan kiai.
”Ini dinamika yang harus disambut gembira, sebab semakin banyak calon, akan semakin dinamis dalam membuka potensi kader guna memajukan NU di Surabaya,” kata dia.
Gus Afif menandaskan , siapapun yang terpilih dalam konfercab maka harus tetap didukung. ”Ibaratnya konfercab itu sekadar uji kompetensi calon dalam mengikuti kontestasi, setelah selesai ya ayo kita dukung, bekerja bersama, jangan lantas calon tidak terpilih terus pindah aliran apalagi pindah agama. Tidak baik ,” kata pungkas Gus Afif . (dhi/fr)