Arief Wisnu Tekankan Hal Ini Saat Akhiri Jabatan Dirut PDAM

Arief Wisnu Tekankan Hal Ini Saat Akhiri Jabatan Dirut PDAM

Surabaya,(DOC) – Mantan Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu Cahyono, resmi menuntaskan masa jabatannya. Ia memastikan tidak akan kembali maju dalam proses seleksi direksi berikutnya.

Bacaan Lainnya

Keputusan itu bukan karena kurangnya minat, tetapi karena terbentur aturan batas usia maksimal 55 tahun.

“Kalau daftar ulang untuk jabatan yang sama sudah tidak bisa. Umurnya sudah lewat 55 tahun,” ujar Arief, Senin (24/11/2025).

Meski berpamitan, Arief menitipkan pekerjaan besar yang telah di siapkannya bersama jajaran direksi. Salah satunya adalah rencana bisnis 2025–2029 yang di presentasikan kepada Wali Kota Surabaya dua minggu sebelum masa tugas berakhir.

Dalam rencana tersebut, PDAM di minta menyiapkan lompatan layanan agar seluruh warga Surabaya dapat menikmati air dengan tekanan yang memadai.

“Pak Wali Kota ingin seluruh warga bisa menerima air dengan tekanan yang cukup,” jelas Arief.

Target Tekanan Minimal

Rencana itu menargetkan layanan air bertekanan minimal tujuh meter kolom air, mengalir 24 jam penuh, dan sebagian wilayah bahkan di siapkan untuk air minum langsung dari kran.

Arief menyebut sekitar 25 ribu rumah telah disiapkan menuju layanan air siap minum. Ia berharap rencana strategis ini tetap di lanjutkan karena sangat bermanfaat bagi warga kota.

Di kesempatan yang sama, Arief menyampaikan permintaan maaf jika pelayanan PDAM selama periode 2021–2025 belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Namun ia memastikan tim internal kini jauh lebih solid untuk mendukung direksi berikutnya.

“Barangkali kami, terutama jajaran tiga direksi, belum bisa maksimal memberikan pelayanan. Mudah-mudahan ke depan siapapun yang meneruskan dapat bekerja dengan tim yang sudah kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menyatakan proses rekrutmen direksi baru Perumda Air Minum segera di buka. Masa jabatan tiga direksi telah berakhir pada 17 November 2025.

Baca Juga:  Upacara HBN ke-77, Eri Cahyadi Serukan Solidaritas Nasional

Saat ini hanya Direktur Keuangan yang masih aktif, sementara dua posisi lain diisi oleh pelaksana tugas (PLT).

Penunjukan PLT di lakukan agar operasional perusahaan tetap berjalan sambil menunggu seleksi direksi definitif.

“Dalam waktu enam bulan kita harus segera membuka penerimaan direktur baru,” terang Lilik.

Ia menambahkan, mantan direksi tetap di perbolehkan mengikuti seleksi ulang sepanjang memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.

“Selama memenuhi ketentuan usia dan administrasi, tidak ada masalah. Persoalan umur yang paling menentukan,” tegasnya. (r6)

Pos terkait