D-ONENEWS.COM

Banyak Suara Terbuang, NasDem Dukung Pemekaran Dapil di Surabaya

Surabaya,(DOC) – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Imam Syafi’i mendukung rencana KPU Kota Surabaya melakukan pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Surabaya pada Pemilu 2024.

“Ya, secara pribadi maupun sebagai anggota Komisi A, saya mendukung kalau ada pemekaran dapil,  jika memang kursi di DPRD Kota Surabaya ditambah dari sebelumnya 50 kursi menjadi 55 kursi, ” ujar Imam Syafi’i ketika dikonfirmasi Senin (24/5/2021).

Alasan Imam, biar kontestasi Pemilu legislatif (Pileg) biayanya hemat. Lalu, mantan jurnalis ini mencontohkan, dirinya yang berasal dari Dapil I dengan enam kecamatan (Tegalsari, Genteng, Simokerto, Bubutan, Krembangan, Gubeng). Dengan begitu, menurut Imam, dirinya harus mendatangi enam kecamatan tersebut dan memperkenalkan diri kepada konstituen untuk memilihnya. Hal Ini jelas membutuhkan biaya yang cukup besar. Apalagi, di Dapil 5 terdiri dari sembilan kecamatan.

“Itu ketika belum jadi anggota dewan saja biayanya cukup besar. Kemudian  kalau sudah jadi, satu dapil dengan banyak kecamatan,  harus  memaintenance (merawat). Dalam arti bagaimana kita sebagai wakil rakyat itu melayani. Apa kah kita sanggup melayani enam kecamatan. Terus di dapil 5 dengan sembilan kecamatan yang jaraknya jauh. Ini kan memakan waktu dengan biaya besar. Artinya,  baik  belum jadi atau sesudah jadi rasanya berat bagi anggota dewan kalau dapil itu terdiri dari banyak kecamatan,” jelasnya.

Kemudian dirinya membandingkan dengan Kabupaten Sidoarjo, yang jumlah penduduknya lebih sedikit dibanding Surabaya. Di Sidoarjo, lanjut Imam, terdapat 28 kecamatan yang terbagi dalam 6 Dapil. Sementara Surabaya yang jumlah penduduknya lebih besar dan memiliki 31 kecamatan, hanya terbagi 5 Dapil saja.

Ia berharap pemekaran Dapil untuk wilayah Surabaya bisa terlaksana pada Pileg mendatang. “Saya membayangkan misalnya satu dapil itu ada empat atau lima kecamatan. Sehingga fokus kami melayani masyarakat itu bisa lebih optimal,” tandas Imam.

Ia juga lebih setuju jika semua Dapil ditata ulang dengan pertimbangan letak demografis, bukan hanya sekedar pemekaran saja. Mengingat jumlah penduduk Surabaya sudah berubah, ditambah lagi basic untuk terpilih menjadi anggota dewan  adalah hasil suara agregat jumlah penduduk di setiap kecamatan. Sehingga  kecamatan yang memiliki jumlah penduduk besar tentu jadi prioritas.

Imam memberi saran soal penataan Dapil, misalnya di Kecamatan Asemrowo yang selama ini masuk Dapil 5, padahal posisinya lebih dekat dengan Dapil I. Sebaliknya, kecamatan Gubeng yang masuk Dapil 1, posisinya malah lebih dekat Sukolilo Dapil 3.Banyak Suara Terbuang Sia-sia, NasDem Dukung Pemekaran Dapil di Surabaya

“Saya rasa untuk pemekaran dapil ini perlu adanya kajian akademis. Mengingat sistem kemarin (5 dapil), ada 55 ribu suara mubazir.  Artinya suara one man one vote itu jadi sia-sia. Kita ingin suara  mubazir itu ditekan sekecil mungkin. Jangan sampai suaranya sisa banyak tapi tak terkonversi menjadi kursi. Ya, ini bisa diatasi dengan dapil yang banyak,” jelas dia.

Mengeni target Partai NasDem, Imam Syafi’i optimis akan meraih satu kursi per Dapil, atau atau tidak ada pemekaran Dapil.

“Ya, target Partai NasDem  itu minimal setiap dapil dapat satu kursi. Syukur-syukur kalau setiap dapil bisa dapat lebih dari satu kursi,” pungkas pria yang juga menjabat Ketua Bappilu Partai NasDem Surabaya.(dhi/r7)

Loading...

baca juga