D-ONENEWS.COM

Bawaslu Bentuk Tim Saber Pungli Pantau Money Politic

Surabaya,(DOC) – Menjelang sampai proses penghitungan Pemilu 2019, Bawaslu Kota Surabaya  akan menerjunkan Tim Sapu Bersih (Saber) Money Politic untuk mengantisipasi politik uang di pemilu 2019.

Komisioner Bawaslu Surabaya, Yaqub Baliyya, Selasa(16/4/2019), menyatakan, tim yang dibentuk tersebut terdiri dari berbagai elemen, mulai dari pengawas tingkat Kecamatan (Panwascam) hingga petugas yang ditempatkan di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) bersama jajaran Bawaslu Kota Surabaya.

Tak hanya penyelenggara pemilu, Tim saber juga terdiri dari para pemantau pemilu yang telah terakreditasi di tingkat provinsi.

“Kami berharap semua stakeholder dapat ikut serta,” kata Yaqub di Surabaya.

Pihaknya optimistis, bersama 8146 pengawas TPS serta jajaran Panwascam hingga para pemantau pemilu, money politic dapat dinimalkan. Utamanya, dalam rangka pencegahan.

“Tolok ukurnya, kami mengutamakan langkah preventif. Paling tidak, dengan adanya tim ini, orang-orang akan berhati-hati atau berpikir ulang untuk melakukan money politic,” katanya.

Koordinator devisi hukum, data dan informasi Bawaslu kota Surabaya ini, berharap, pelaksanaan pemilu di Surabaya berjalan bersih.

“Kalau pun masih ada pelanggaran, pelakunya bisa ditangkap,” imbuhnya.

Ia juga telah memetakan daerah rawan politik uang di masing-masing kecamatan di daerah pemilihan (Dapil), diantaranya Bubutan (Dapil 1), Kenjeran (Dapil 2), Rungkut (Dapil 3), Wonokromo (Dapil 4) dan Lakasantri (Dapil 5).

“Hampir ada disetiap Pemilu. Ini juga berdasarkan penelitian indeks money politics. Paling sering dengan memberikan uang ketimbang sembako,” tandasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk melapor jika menemui praktik money politic, tentunya dengan menyertakan alat bukti.

“Regulasi baru, penerima money politik tak mendapat sangsi, hanya pemberinya saja yang dihukum. Untuk itu pembentukan tim Saber tak terlambat karena praktek money politic bisa dilakukan dimanapun dan kapan pun,” tegasnya.(r7)

 

Loading...