Lumajang,(DOC) – BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi letusan sekunder di Daerah Aliran Sungai (DAS) Semeru setelah erupsi pada 19 November 2025.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan bahwa hingga hari keenam pascaerupsi, material vulkanik yang masih menumpuk di aliran sungai dapat memicu letusan sekunder, terutama saat hujan turun.
“Endapan material Semeru masih bisa menimbulkan letusan sekunder. Hujan kemarin memicu terjadinya peristiwa itu,” ujar Yudi.
Ia menegaskan bahwa wilayah Dusun Sumbersari dan Jembatan Piket Nol menjadi kawasan yang harus mendapat perhatian lebih. Warga maupun pendatang diminta membatasi aktivitas di area terdampak.
“Kita harus lebih waspada, terutama di aliran Semeru. Masih banyak warga yang ingin melihat kondisi pascaerupsi, padahal risikonya cukup tinggi,” tambahnya.
Yudi juga mengingatkan potensi gangguan kesehatan akibat abu vulkanik yang terbawa angin. Partikel halus dapat mencapai permukiman atau ruas jalan dan mengganggu warga serta pengendara.
“Abu letusan sekunder bisa memicu gangguan pernapasan. Secara medis, partikel ini berbahaya bagi masyarakat dan pengendara yang melintas,” jelasnya.(r7)





